#belajardaring#pendidikan#pembelajaran

Surabaya Menerapkan 3 Metode Belajar Selama Pandemi Covid-19

( kata)
Surabaya Menerapkan 3 Metode Belajar Selama Pandemi Covid-19
Simulasi belajar tatap muka digelar di SMP 15 Kota Surabaya, Jawa Timur.Antara/Istimewa

Surabaya (Lampost.co) -- Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, menerapkan tiga metode pembelajaran untuk peserta didik jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) selama pandemi covid-19. 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pandemi covid-19 telah membuat suasana di seluruh dunia berbeda. Termasuk pula proses belajar mengajar di sekolah.

"Kami berharap anak-anak agar tidak ragu, takut atau kurang nyaman dengan kondisi yang berbeda. Sebab, perubahan ini adalah salah satu upaya untuk mencegah virus tersebut," katanya, Minggu, 9 Agustus 2020. 

Adapun tiga metode yang diterapkan mulai dari pembelajaran daring, luring melalui penugasan di masing-masing rumah siswa, hingga yang terbaru menggandeng stasiun televisi swasta.

"Kita harus tetap semangat meskipun belajar melalui televisi. Biasakan yang tidak biasa, kita biasakan dengan cara belajar melalui televisi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo mengatakan walaupun dalam suasana yang sangat terbatas, kualitas pembelajaran tetap diperlukan agar anak-anak semakin pintar. Salah satunya metode belajar melalui televisi.

"Kerja sama dengan televisi adalah varian pilihan dengan harapan semua anak-anak Surabaya bisa belajar dengan mudah," kata Supomo.

Menurut dia, Dispendik juga sebelumnya menyediakan akses literasi belajar bagi siswa jenjang SD dan SMP, baik melalui daring maupun luring dengan memberikan materi tugas setiap minggu kepada anak-anak.

"Itu semua kami lakukan supaya kualitas pembelajarannya bagus dan anak-anak tidak bosan. Dengan demikian pembelajaran ini berjalan dengan menarik," ujarnya.

Dia menjelaskan metode pembelajaran melalui siaran langsung di televisi swasta, para pelajar dapat langsung bertanya kepada para pengajar melalui sambungan telepon. Para pengajar di program belajar melalui televisi itupun diisi para guru berdasarkan mata pelajarannya.

Pengajar itu berasal dari sekolah negeri maupun swasta di Surabaya. Bahkan, kata dia, pihaknya juga telah mengatur jadwal mata pelajarannya sedemikian rupa.

"Ada guru dari sekolah negeri, ada dari swasta, bergantian jadwalnya. Realisasinya mulai Senin, 3 Agustus kemarin," katanya.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar