#Bencana#ErupsiMerapi

Sumber Tekanan Magma Merapi Mendekati Puncak

Sumber Tekanan Magma Merapi Mendekati Puncak
Kondisi pertumbuhan lava Gunung Marepi. Dokumentasi/ BPPTKG


Yogyakarta (Lampost.co) -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat perkembangan vulkanis Gunung Merapi masih tinggi. Tekanan magma saat ini kian mendekati puncak.

Staf BPPTKG, Nurnaning Aisyah, menjelaskan, hasil pemantauan dengan sejumlah metode menunjukkan tekanan magma kian kuat. Ia mengatakan perkembangan itu terjadi secara kontinu berdasarkan pemantauan metode Distance Electronic Measurement (EDM).

“Sudah terjadi inflasi jarak tekanan yang menyebabkan jarak tunjam. Dari baseline (kurva data) EDM. Saat terjadi percepatan, kami menduga ada perjalanan magma dari bagian dalam menuju permukaan,” kata Aisyah, Rabu, 2 Desember 2020.

Ia menjelaskan, jarak tekanan magma kini berada 1,3 kilometer di bawah puncak. Jarak ini lebih dekat dibanding beberapa pekan lalu yang berada pada 5,9 kilometer di bawah puncak.

“Kemungkinan sesuai dengan prediksi kami, telah terjadi migrasi. Juni sampai pertengahan Oktober sumber tekanan di bawah. Sekarang, lokasi sumber tekanan berada di lokasi relatif dangkal dibanding sebelumnya,” beber dia.

Aisyah menyatakan, hasil pemantauan dengan Global Positioning System (GPS) menunjukkan hal serupa. Ia menyebut hasil pantauan GPS memperkuat metode EDM.

Sementara, pengamatan dengan analisis foto yang diambil dengan satelit menunjukkan terjadi penggembungan atau pengangkatan di bagian puncak Gunung Merapi. Penggembungan tersebut cukup luas.

“Area yang dialieniasi kuning dalam gambar data kami menunjukkan terjadi penggembungan atau pengangkatan dengan luasan 100.000 meter persegi. Ini sesuai dengan hasil EDM. Ada migrasi magma dari dalam ke lokasi dangkal,” tuturnya.

Ia menambahkan data dari tiga metode pemantauan itu menunjukkan aktivitas vulkanis Gunung Merapi relatif tinggi. Menurut dia, pemerintah dan masyarakat di sekitar puncak perlu konsisten melakukan mitigasi potensi bencana.

“Ini kondisi kritis atas aktivitas Gunung Merapi. Pesan kami masyarakat tetap konsisten mitigasi menghadapi erupsi Merapi,” ujarnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait