#humaniora#uiradenintan#disertasi#ujiandoktor

Suhandi Telaah Model Dakwah Sufistik Terhadap Pengembangan Masyarakat Islam

Suhandi Telaah Model Dakwah Sufistik Terhadap Pengembangan Masyarakat Islam
Foto: Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Suhandi teliti "Model Dakwah Sufistik Terekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah dan Pengaruhnya Terhadap Pengembangan Masyarakat Islam di Bandar Lampung" dalam disertasinya yang akan di ujikan di Aula PPs UIN Raden Intan Lampung, Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung, Sabtu (25/5/2019).

Ujian terbuka/promosi doktor (S3) disertasi tersebut diajukan kepada program pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar doktor dalam bidang pengembangan masyarakat Islam.

Suhandi mengatakan dalam sejarahnya, tasawuf memiliki pernan penting dalam penyebarluasan agama Islam di Nusantara. Tanpa menafikan pendekatan ekonomi, politik, perkawinan, maupun sosial budaya, pendekatan tasawuf ini lebih dominan, sehingga pengaruhnya lebih mengakar ketimbang pendekatan-pendekatan lainnya, karena metode sufistik dalam beberapa hal dinilai cocok dengan iklim pemahaman masyarakat Indonesia yang cenderung mistis.

"Selain itu, pendekatan Islam yang sufistik menampilkan Islam yang akomodatif, toleran, fleksibel, dan lebih santun terhadap tradisi dan budaya setempat," katanya kepada Lampost, Jumat (24/5/2019)

Ia mengatakan penelitiannya difokuskan pada kajian eksploratif berkenaan dengan metode, pendekatan, strategi, teknik, dan materi dakwah sufistik yang dilakukan para praktisi tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN), yang kemudian akan menampilkan suatu model dakwah sufistik. Selanjutnya untuk kepentingan ini dilakukan pendekatan secara kuantitatif sederhana untuk melihat sejauhmana pengaruh model dakwah sufistik terhadap pengembangan masyarakat. 

Hasil penelitian mengindikasikan bahwa; pertama, dakwah sufistik yang diperenkan tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) menemukan relevansinya dengan sistuasi masyarakat sasaran. Ia menjadi salah satu model dan pendekatan dalam pengembangan masyarakat Islam, terutama karena gerakannya yang berlangsung secara berkesinambungan. Pendekatan dakwah tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) dipandang sangat relevan dengan kebutuhan dan kecenderungan masyarakat, karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sasaran. 

Kedua, Dakwah tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah melalui pendekatan spiritual dapat mengisi kekosongan salah satu dimensi kebutuhan dasar manusia. Jika secara psikologis terdapat lima kebutuhan dasar manusia (five basic needs), maka studi ini menambahkan satu dimensi lain yang menjadi kebutuhan dasar manusia, yaitu spiritualitas. 

Ketiga, bahwa dakwah sufistik tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) berpengaruh secara signifikan pada proses pengembangan masyarakat Islam, baik secara individu maupun sosial. Spiritualitas diakui menjadi dimensi yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan masyarakat, meskipun modernisme kehidupan masih cenderung menafikannya.

EDITOR

Triyadi Isworo

loading...




Komentar


Berita Terkait