#kelangkaanelpiji#gasmelon#ekbis#beritalampung

Sudah Tiga Minggu Warga Bandar Lampung Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Sudah Tiga Minggu Warga Bandar Lampung Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg
Warga berbaris mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kg di SPBU Sawah Brebes, Jumat (9/8/2019) pagi. Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Warga Bandar Lampung merasakan kelangkaan tabung elpiji ukuran 3 kg. Kelangkaan tersebut mempengaruhi harga gas melon per tabungnya, bahkan diatas harga eceran tertinggi (HET). 

Akibat kelangkaan, pada salah satu pangkalan gas elpiji yang berada di Kecamatan Bumiwaras, Bandar Lampung kondisi kini menjadi sepi, baik dari pembeli maupun barang. Sepinya salah satu pangkalan itu dikarenakan tidak adanya stok elpiji dari pihak agen distributor. Sehingga pangkalan menjadi sepi akan ketersediaan barang. 

"Sudah dari tiga minggu terakhir ini gas 3 kg langka. Karena langka itu jadi warga susah mau dapat buat keperluan rumah. Dan kita juga ikut kena imbas. Stoknya langka, begitu ada ya, harganya agak tinggi. Sekitar Rp25 ribu -- Rp28 ribu per tabung," ujar Walid karyawan pangkalan gas elpiji. 

Warga pun ikut merasakan dampak dari kelangkaan itu. Dimana gas 3 kg merupakan keperluan sehari-hari untuk memasak. "Kalau mau mesen dulu bayar duluan. Tapi harganya lebih mahal dari eceran sama warung. Mudah-mudahan enggak lama lah langka kayak gini bisa normal," kata Narti warga setempat. 

Sementara itu, pada salah satu pengusaha pangkalan gas yang berada di Pesawahan, Telukbetung mengatakan bahwa pihak mereka pun tidak mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg itu. "Kurang tahu juga apa penyebabnya. Yang jelas kalau untuk wilayah Pesawahan masih mencukupi. Ada juga warga dari Panjang beli disini saya layani, tapi cuma 1 tabung aja enggak lebih. Karena memang stoknya terbatas," kata Riski pemilik usaha pengakalan gas. 

Ditanyai mengenai hal itu, Kabid Elpiji Hiswanamigas Lampung Adi Candra mengatakan bahwa sampai dengan Agustus ini dari pola alokasi penyaluran, terutama di Lampung masih dikatakan aman, bahkan dari sisa alokasipun masih dikatakan aman. 

"Alokasi bulan agustus 4.978.400 tabung. Kemudian penambahan suplai bulan ini sebesar 368.770 tabung. Rata-rata penyaluran dari Januari sampai juni sebanyak 4.653.133 tabung per bulan," jelasnya, Jumat (9/8/2019).

Disisi lain, berdasarkan informasi yang dihimpun Lampung Post, di SPBU yang berada di Sawah Brebes, Bandar Lampung, terjadi antrean warga yang memadati SPBU untuk membeli gas elpiji 3 kg pagi tadi. 
 

EDITOR

Deta Citrawan

loading...

Berita Terkait

Komentar