#covid-19lampung

Stok Reagen di Liwa Menipis, Sampel Swab Dikirim ke Bandar Lampung

Stok Reagen di Liwa Menipis, Sampel Swab Dikirim ke Bandar Lampung
Uji swab, Ilustrasi


Liwa (Lampost.co) -- Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar Liwa menghentikan sementara pelayanan uji sampel swab hasil tracing. Sebab, persediaan reagen (alat berupa cairan pereaksi kimia) tengah menipis.

Direktur RSUD Alimuddin Umar Liwa, Widyatmoko Kurniawan, menjelaskan stok reagen yang dimiliki rumah sakit saat ini hanya cukup untuk kebutuhan pasien yang mendesak.

"Kalau persediaan untuk kebutuhan pemeriksaan khusus pasien suspect atau pasien isolasi di rumah sakit stoknya masih ada, tetapi sifatnya untuk persiapan pasien saja," kata Kurniawan, Kamis, 25 Februari 2021.

Sedangkan reagen untuk kebutuhan pemeriksaan sampel swab hasil tracing dari Dinas Kesehatan, kini pihaknya masih menunggu kiriman dari Kementerian Kesehatan dan anggaran pengadaan. Sementara anggaran untuk pengadaannya saat ini belum tersedia karena masih menunggu refocussing. Untuk itu pemeriksaan sampel swab hasil tracing belum bisa dilaksanakan karena reagen yang tersisa sedikit.

Dia melanjutkan, alat penguji spesimen swab itu membutuhkan biayanya cukup tinggi. Untuk kapasitas 100 orang harganya mencapai Rp70 juta, sehingga perlu persetujuan terlebih dulu. Untuk itu, kegiatan pemeriksaan spesimen swab hasil tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan belum bisa dilayani.

Dengan demikian, kebutuhan pemeriksaan sampel swab yang dilakukan Dinkes kembali harus dikirim ke Bandar Lampung.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait