#LAMPUNG#PUPUKSUBSIDI

Stok Pupuk Bersubsidi di Lampung Sampai 1,5 Bulan Mendatang

Stok Pupuk Bersubsidi di Lampung Sampai 1,5 Bulan Mendatang
Foto: Dokumen Antara Foto


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Bumi Ruwai Jurai sampai 1,5 bulan ke depan. Pemerintah memastikan tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020, pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang telah bergabung dalam kelompok tani yang menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). 


Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Kusnardi mengatakan bahwa pupuk bersubsidi di Lampung masih tersedia. Ia mengatakan tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi akan tetapi permasalahannya masih ada petani yang tidak terdata dalam Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). 


"Pupuk bersubsidi di Provinsi Lampung tersedia secara umum sampai 1,5 bulan kedepan," katanya, Senin, 8 Februari 2021.

Ia juga menjelaskan bahwa pengambilan pupuk bersubsidi sangat dianjurkan melalui Program Kartu Petani Berjaya karena lebih mudah tidak memerlukan e-KTP, serta pengisian formulir. Untuk petani yang tidak tercantum di e-RDKK dapat membeli pupuk non-bersubsidi yang disediakan oleh PT. Pupuk Indonesia (PT. Pusri dan PT. Petrokimia Gresik).


"Untuk pupuk non-bersubsidi dibuat kemasan hemat, sehingga petani dapat membeli sesuai kemampuan dan kebutuhan," katanya.


Kemudian ia mengatakan satuan Kerja terkait melakukan sosialisasi kepada petani untuk memanfaatkan pupuk non-subsidi jika terjadi kekurangan pupuk bersubsidi. Perlu pengawasan yang lebih ketat untuk distribusi pupuk bersubsidi dan pupuk non-subsidi. Apabila ada penyelewengan segera diambil tindakan tegas.


Kemudian akan dilakukan monitoring oleh Tim Pengawasan yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Komisi 2 DPRD Provinsi Lampung. Jadwal pengawasan disesuaikan dengan waktu petani melaksanakan pemupukan. Perbankan mendukung petani untuk peningkatan produksi dan kesejahteraan melalui KUR Program KPB.


"Memanfaatkan data kebutuhan pupuk untuk ketepatan dosis pupuk bekerjasama dengan BPTP, Universitas Lampung dan PT. Petrokimia Gresik," tutupnya. 


Adapun lokasi pupuk bersubsidi tahun 2020 dengan total 728.873 ton dan e-RDKK tahun 2020 yakni 1.569.785 ton. Dengan rincian pupuk urea alokasinya 314.087 ton dengan e-RDKK 398.938 ton, pupuk NPK alokasi 250.487 ton dengan e-RDKK 420.882 ton, pupuk SP-36 alokasi 56.668 ton dengan e-RDKK 220.979 ton, pupuk ZA alokasi 51.486 ton dengan e-RDKK 107.218 ton, dan pupuk organik alokasi 56.145 ton dengan e-RDKK 421.768 ton.


Sementara di tahun 2021 dengan total alokasi pupuk 543.707 ton dan e-RDKK tahun 2021 dengan total 1.457.561 ton. Dengan rincian pupuk urea alokasinya 266.334 ton dengan e-RDKK 423.109,33 ton, pupuk NPK alokasi 195.020 ton dengan e-RDKK 645.070,16 ton, pupuk SP-36 alokasi 41.804 ton dengan e-RDKK 87.005,60 ton, pupuk ZA alokasi 22.316 ton dengan e-RDKK 44.319,80 ton, dan pupuk organik alokasi 18.233 ton dengan e-RDKK 258.056,20 ton. 
"e-RDKK tahun 2021 lebih kecil daripada e-RDKK tahun 2020 karena usulan mengacu kepada rekomendasi pemupukan berdasarkan kalender tanam," katanya. (TRI)

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait