#beritalampung#beritabandarlampung#ekbis

Stok Pangan di Pasaran Mulai Melimpah, Lampung Alami Deflasi 0,41 Persen

Stok Pangan di Pasaran Mulai Melimpah, Lampung Alami Deflasi 0,41 Persen
Konferensi pers BPS Provinsi Lampung. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Provinsi Lampung mengalami deflasi di Agustus 2022 sebesar 0,41 persen. Dengan inflasi tahun kalender mencapai 3,96 persen dan inflasi tahun ke tahun 5,70 persen, inflasi ini merupakan gabungan dari dua kota IHK yaitu Kota Bandar Lampung dan Kota Metro. 

Kepala BPS Provinsi Lampung Endang Retno Sri Subiyandani menerangkan, Bandar Lampung di Agustus 2022 ini mengalami deflasi 0,34 persen, inflasi tahun kalendernya sudah mencapai 3,98 persen dan inflasi tahun ke tahun mencapai 5,72 persen. Sementara Kota Metro di Agustus 2022 juga mengalami deflasi 0,94 persen. Dengan inflasi tahun kalender mencapai 3,83 persen dan inflasi tahun ke tahun mencapai 5,58 persen.

"Andil inflasi di Agustus 2022, inflasi tertinggi andilnya diberikan oleh pendidikan, dengan nilai inflasi sebesar 8,44 persen. Sementara andil deflasi tertinggi disumbang oleh makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,93 persen dan jumlah deflasinya sebesar 2,96 persen," ungkapnya, Kamis, 1 September 2022. 

Baca juga: NTP Lampung Naik 0,7 Persen di Agustus

Lima komoditas utama yang memberikan deflasi di dua kota IHK adalah cabai merah 0,342 persen, bawang merah 0,247 persen, cabai rawit 0,197 persen, minyak goreng 0,191 persen dan tomat 0,022 persen. 

"Kondisi ini untuk cabai merah, bawang merah dan cabai rawit, karena musim panen sudah masuk dan pasokan di pasar mulai melimpah. Minyak goreng juga mengalami deflasi karena harga sudah mulai normal di pasaran, ini juga tidak lepas dari upaya pemerintah untuk mengutamakan ketersediaan CPO di tingkat nasional," kata dia. 

Endang juga menjelaskan andil inflasi masih disumbangkan oleh telur ayam ras sebesar 0,033 persen ini terjadi karena ada peningkatan harga pakan ternak dan pengusaha UMKM yang mengalami tutup usaha.

Pendidikan sekolah dasar, perguruan tinggi dan sekolah menengah atas semuanya memberikan andil inflasi, disebabkan meningkatnya biaya pendidikan yang sejalan dengan tahun ajaran baru, beras juga mengalami inflasi 0,128 persen karena setelah berakhirnya panen raya di triwulan kedua, maka pasokan cadangan beras agak menurun.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait