#HargaJagung#Ketapang#LampungSelatan

Stok Menipis, Harga Jagung di Ketapang Malah Turun

Stok Menipis, Harga Jagung di Ketapang Malah Turun
Akhir musim panen, harga jagung di pesisir timur Kabupaten Lamsel justru turun Rp 250/kg sejak pekan lalu. (Foto: Aan Kridolaksono)


KALIANDA (Lampost.co) -- Akhir masa panen, harga jagung di pesisir timur Kabupaten Lampung Selatan justru mengalami penurunan sebesar Rp250 per kilogram.


Saat ini harga bahan utama pakan ternak itu  Rp4.150 per kg dengan kadar air  20-25 persen, sedangkan untuk kadar air dibawah 15 persen seharga Rp4.400 per kg.

"Biasanya kalo stok menipis, harga melambung. Namun beda dengan jagung, saat stok menipis di akhir masa panen, harga jagung di sini turun," kata seorang pengepul hasil bumi di desa Lebungnala, Kecamatan Ketapang, Lamsel, Salehudin kepada lampost.co, Jumat (16/8/2019).

Untuk mensiasati agar tidak rugi saat harga turun, Saleh tidak langsung menjual jagung ke pabrik ataupun gudang jagung yang tersebar di Jalinpantim Kecamatan Ketapang. Namun ia menjemur jagung hingga kering sembari menunggu harga kembali naik.

"Kamj simpan juga paling lama 2 minggu. Kelamaan takut jagung rusak dan harga tak kunjung naik seperti yang diharapkan," ujarnya.

Ia menyebutkan sebelumnya harga jagung kering panen dibandrol Rp4.400 per kg, sedangkan jagung kering dengan kadar air 15 persen seharga Rp4.600 per kg. Namun, sejak pekan lalu masing masing jenis jagung turun Rp250 per kg.

"Hampir dua pekan ini harga di sejumlah gudang dan pabrik jagung yang ada disepanjang jalinpantim Lampung Selatan belum ada kenaikan," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Jito pengepul lainnya, dari desa Sumberagung, Kecamatan Sragi. Menurut dia, hasil panen  petani yang telah digiling terpaksa ia jual ke sebuah perusahaan pakan ternak di wilayah Tanjungbintang.

Menurutnya harga di perusahaan tersebut lebih tinggi dibandingkan harga beli di pabrik yang ada di Jalinpantim Ketapang.

"Mau saya keringkan juga butuh biaya lagi untuk menjemur. Jadi selesai panen Jagung langsung saya oper ke Tanjungbintang. Disana harga beli lebih tinggi," terang Jito.

Turunnya harga tersebut membuat petani yang masih panen dipenghujung musim ini menjualnya dalam bentuk gelondongan. Dimana, para pengepul membeli dengan harga Rp110ribu - Rp112 ribu per karung ukuran 50kg.

"Lebih baik kami jual karungan saja. Sebab kalo digiling dan dijual sendiri ke gudang. masih harus keluarkan modal untuk biaya untuk ongkos mesin perontok dan transpostasi," ujarnya.

EDITOR

Aan Kridolaksono


loading...



Komentar


Berita Terkait