#beritalampung#beritalambar#ekbis

Stok Melimpah, Harga Tomat di Liwa Mulai Anjlok

Stok Melimpah, Harga Tomat di Liwa Mulai Anjlok
Buah tomat yang tidak dipanen oleh petani karena harga anjlok. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co): Sejumlah petani sayuran di Liwa kini mulai mengeluh. Pasalnya, harga panen sejumlah sayuran saat ini mulai turun lagi.

Salah satunya, harga panen buah tomat yang saat ini mulai anjlok dan kini tinggal dihargai Rp700-1.000 per kilonya di tingkat petani.

Harga tomat mulai turun telah berlangsung sejak sebulan lalu yang saat itu masih Rp2.000 per kilo. Namun, sejak beberapa hari ini harganya turun lagi hingga terendah mencapai Rp700 per kilo.

Akibat harga anjlok itu, kini sejumlah petani di Liwa ada yang mulai memilih membiarkan buah tomatnya membusuk di batangnya karena tidak ada agen yang mau menampung akibat stok yang sedang melimpah.

Pudin (35), seorang petani warga Pekon Tanjungraya, Kecamatan Sukau, Lampung Barat, mengaku saat ini harga tomat di tingkat petani anjlok lagi yakni hanya Rp700-800 dan paling tinggi Rp1.000 per kilo.

"Harga tersebut belum termasuk potongan ojek dan kotak dan upah panen," katanya, Sabtu, 21 Januari 2023.

Menurutnya, harga anjlok ini disebabkan permintaan pasar sedang berkurang sementara stok sedang melimpah.

Selain itu, seperti biasa jika harga sedang murah dan stok banjir, banyak pedagang pengumpul/agen enggan untuk menampungnya. Karena pedagang pengumpul itu juga rata-rata memiliki tanaman yang sama sehingga mereka juga lebih mengutamakan hasil panen milik mereka terlebih dulu.

Akibat anjloknya harga tersebut, kini sejumlah petani tomat terpaksa membiarkan buah tomatnya membusuk di lahan. Petani berharap harga sayuran khususnya buah tomat ini segera meningkat kembali.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait