#cabai#bawang

Stok Cabai dan Bawang di Lampung Aman

Stok Cabai dan Bawang di Lampung Aman
Pedagang melayani masyarakat yang ingin membeli cabai di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung, Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Warga diminta untuk tidak khawatir mengenai ketersediaan komoditi konsumsi harian di masa musim penghujan. Terutama tentang stok cabai dan bawang yang merupakan komoditi lokal. 


Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Provinsi Lampung, M. Zimmi Skill mengatakan, sesuai hukum ekonomi, jika suplai berkurang dan permintaan meningkat maka harga akan naik. Dengan adanya musim penghujan maka suplai pun berkurang.

Pihaknya berjanji akan mengantisipasi kenaikan harga bawang, cabai, dan komoditi lainnya.

"Kita sudah menyiapkan bawang lokal Pringsewu apabila suplai dari Brebes berkurang. Begitupun cabai, di Pringsewu sudah produksi. Persediaan banyak, sekali panen bisa 10 ton," katanya, Selasa, 2 November 2021.

Baca: Harga Cabai Merah di Bandar Lampung Merangkak Naik

 

Ia juga memastikan stok komoditi-komoditi tersebut aman.

"Untuk stabilitas harga, kita optimalkan produksi lokal sehingga persediaan tetap ada dan harga bisa stabil," katanya.

Sesuai informasi yang dihimpun dari Sistem Informasi Harga Bahan Pokok di Pasar Kota Bandar Lampung melalui laman http://www.siagabapokbandarlampung.id/peta per 2 November 2021, harga rata-rata cabai merah keriting Rp31,5 ribu/kg, cabai rawit jawa Rp21,1 ribu/kg, cabai merah biasa Rp30,6 ribu/kg, bawang putih kating Rp17,6 ribu/kg, bawang putih honan Rp24 ribu/kg, dan bawang merah Rp24,3 ribu/kg. 

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan menyampaikan, kenaikan harga aneka cabai dan komoditas hortikultura disebabkan terbatasnya pasokan yang didorong oleh faktor cuaca dan mulai berakhirnya masa panen. Kemudian juga dipengaruhi mulai meningkatnya permintaan masyarakat yang didorong pelonggaran status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Provinsi Lampung.

"Mulai meningkatnya harga komoditas hortikultura seiring dengan berakhirnya masa panen dan masuknya musim penghujan," katanya.

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya bersama Satgas Pangan bekerja sama dan bekomitmen untuk terus memastikan keterjangkauan harga melalui pemantauan harga komoditas strategis secara harian, salah satunya melalui aplikasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (https://hargapangan.id/) untuk melihat perkembangan harga serta melakukan intervensi kebijakan yang diperlukan

Selanjutnya memastikan ketersediaan pasokan kepada produsen, pedagang besar/utama dan pedagang tradisional agar tidak terdapat kendala dalam distribusi pasokan, khususnya untuk pasokan yang berasal dari luar Provinsi Lampung tersebut. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait