#stokpangan#kebutuhanpokok#ekbis#beritanasional

Stok 11 Pangan Pokok Aman Hadapi Ramadan

Stok 11 Pangan Pokok Aman Hadapi Ramadan
Ilustrasi. Foto: Dok


Jakarta (Lampost.co): Menteri Pertaninan (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan ketahanan pangan siap untuk menghadapi momentum Ramadan. Lonjakan permintaan bakal dihadapi dengan ketersediaan stok.

"Menurut perhitungan Kementerian Pertanian dan laporan dari dinas yang menangani pertanian dan ketahanan pangan di daerah, serta pengecekan langsung di lapang, stok 11 komoditas pangan pokok diperhitungkan masih aman," kata Syahrul dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI secara virtual, Kamis, 16 April 2020.

Syahrul merinci stok beras sampai Mei 2020 diperkirakan surplus 7,78 juta ton, jagung surplus 4,33 juta ton, bawang merah surplus 240,39 ribu ton. Komoditas lainnya juga diperkirakan surplus.

"Beberapa komoditas seperti bawang putih, gula, dan daging sapi/kerbau diperhitungkan tersedia dalam jumlah cukup sampai Mei 2020, walaupun sebagian masih didukung melalui impor," paparnya.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini menuturkan bahwa dirinya telah mempermudah proses impor melalui percepatan penerbitan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) pada bawang putih. Sampai 30 Maret 2020 telah diterbitkan RIPH bawang putih sebanyak 460.778 ton.

"Melalui percepatan RIPH tersebut, diharapkan ketersediaan di dalam negeri akan terjamin dan harga tetap terkendali," tuturnya.

Selain melakukan upaya pengamanan ketersediaan pangan, lanjut Syahrul, pihaknya juga membuat langkah strategis guna menghadapi dampak pandemi covid-19.

Agenda jangka pendek, Kementan bakal memfasilitasi cold storage untuk penyimpanan ayam potong oleh integrator yang membeli ayam hidup dari peternak mandiri sesuai harga acuan untuk menyelamatkan harga ayam yang rendah di tingkat peternak.

Langkah lainnya yakni mendorong kenaikan harga jual gabah petani guna menaikkan kembali Nilai Tukar Petani (NTP) saat panen raya. Kemudian memperbanyak kegiatan padat karya dalam rangka memperkuat jaring pengaman sosial.

"Membangun buffer stock 11 pangan utama di setiap provinsi melalui penjualan dan pergudangan pasar mitra tani kerja sama dengan Pemda, BUMN, BUMD, swasta," tuturnya.

Syahrul menambahkan dalam agenda jangka menengah mengantisipasi dampak lanjutan pandemi covid-19 ekspor produk pertanian semaksimal mungkin dengan melanjutkan kegiatan padat karya bakal terus didorong.

Dilanjutkan dengan meningkatkan pemberdayaan pemudik serta narapidana yang diasimilasi dan berprofesi petani yang terdaftar sebagai anggota poktan/gapoktan untuk diberikan paket bantuan benih/bibit tanaman maupun ternak.

Sementara agenda jangka panjang pembangunan pertanian selama lima tahun ke depan, Syahrul optimistis bisa meningkatkan produksi rata-rata tujuh persen per tahun. Agenda ketercapaian ekspor dengan target peningkatan tiga kali lipat juga akan ditingkatkan.

"Menurunkan losses menjadi lima persen dan meningkatkan jumlah pengusaha petani milenial 2,5 juta orang," ucapnya

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait