#beritalampung#beritapringsewu#humaniora

STIT Pringsewu Gelar Seminar Hadirkan Dosen Institut Bakti Nusantara

STIT Pringsewu Gelar Seminar Hadirkan Dosen Institut Bakti Nusantara
Foto: Dok


Pringsewu (Lampost.co): Sejumlah dosen Institut Bakti Nusantara (IBN) menjadi narasumber dalam seminar bertajuk Aplikasi Media Pembelajaran dan Desain Pembelajaran dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Perguruan Tinggi di aula kampus STIT Pringsewu, Selasa, 26 Juli 2022.

Seminar yang diikuti para dosen dan guru ini menghadirkan narasumber Sucipto dan Pamuji Setiawan. Keduanya merupakan Dosen Institut Bakti Nusantara (IBN).

Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa mengatakan menjadi guru atau dosen harus memiliki kesiapan diri yang sangat baik, menyangkut kemampuan mengelola pembelajaran, mengenali siswa atau mahasiswa, dan yang terpenting guru atau dosen harus sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Menurutnya jika semua syarat tersebut sudah terpenuhi, maka pembelajaran yang dilakukan dosen kepada mahasiswa menjadi menarik dan berdampak kepada hasil belajar yang signifikan. Guru dan dosen harus memainkan peran sebagai fasilitator dan memerankan diri sebagai agen transfer nilai.

Ia menjelaskan guru atau dosen yang yang disebut sebagai transfer nilai, harus menjadi teladan dalam segala hal. "Inilah yang kami maksud pentingnya guru atau dosen itu selesai dengan dirinya sendiri," ujarnya.

Dwi Rohmadi menambakan di era sekarang, model pembelajaran mengarah kepada dominasi pembelajaran digital. Tantangan ke depan akan semakin masif, terkait dengan kemajuan teknologi dan budaya belajar siswa atau mahasiswa.

Oleh karena itu, kata Dwi, para guru dan dosen harus mempersiapkan diri dengan membekali berbagai kemampuan pemanfaatan perangkat digital untuk menunjang tugas sebagai pengajar.

Sementara itu narasumber seminar Pamuji Setiawan mengatakan pentingnya dosen memiliki kemampuan mengembangkan bahan ajar. Dosen harus cerdas dalam interaksi pembelajaran, mengelola kelas, memahami karakteristik isi pesan yang ingin disampaikan dan yang juga sikap profesional.

"Disinilah seorang dosen harus mampu menguasai kelas, dalam arti mengelola kelas untuk pembelajaran,” katanya.

Sementara Sucipto, narasumber kedua mengatakan media pembelajaran digital memiliki kelebihan yakni praktis dan tersimpan dengan baik. Dalam pemanfaatan media pembelajaran digital, menurut Sucipto, harus disesuaikan dengan desain pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Ia menjelaskan seorang dosen harus memahami karakteristik dan tujuan pembelajaran serta membuat rencana pembelajaran dengan memanfaatkan media digital.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait