koronacovid-19

Stigma Negatif Pasien Covid-19 akibat Kurang Informasi

Stigma Negatif Pasien Covid-19 akibat Kurang Informasi
Pemberian stigma negatif sangat disayangkan karena akan menyulitkan penelusuran kontak (Foto:MI/Adam Dwi)


Jakarta (Lampost.co) -- Pasien Covid-19 kerap mendapatkan stigma negatif oleh masyarakat. Tindakan ini sebaiknya dihindari karena pasien akan merasa dipermalukan. Hal ini berdampak pada buntunya penelusuran kontak.

 

Pemberian stigma negatif sangat disayangkan karena masih kerap terjadi. Menurut Anggota Sub Bidang Tracing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 dr Retno Asti Werdhani, hal tersebut disebabkan permasalahan penyampaian informasi dan edukasi yang belum maksimal.

 

"Stigma ini terjadi karena murni ketidaktahuan dan wajar, karena penyakit ini baru," ujar Retno, dalam channel YouTube BNPB Indonesia.

Keberadaan media center Graha BNPB sangat penting menyampaikan informasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat terkait covid-19. Berbagai informasi dan edukasi yang disiarkan diharapkan mampu menangkal beragam hoaks.

"Fungsi media informasi ini penting untuk meluruskan hoaks dengan berbincang dengan para survivor untuk membuka mata mereka," ujar Retno.

Selain itu Satgas Penanganan Covid-19 juga rutin menyampaikan komunikasi risiko untuk mengurangi stigma negatif terhadap pasien covid-19 mulai dari lingkungan RT/RW hingga di lingkungan perkantoran.

"Pemberdayaan tidak hanya dari teman-teman kantor, namun juga para sosialita melalui grup komunitas," ujarnya.

Untuk mencegah penularan covid-19, pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait