#pgn#akuisisi#asing#ekbis#tanggamus

SPPGE Tolak Akuisisi Pertagas ke Investor Asing

SPPGE Tolak Akuisisi Pertagas ke Investor Asing
Sekjen SPPGE Indra Mantik Oentara memberikan keterangan soal penolakan akuisisi Pertagas ke PGN, saat konfrensi pers, Selasa (17/7/2018). (Foto:Lampost/Abu )


KOTA AGUNG (Lampost.co)--Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy (SPPGE) menolak akuisisi Pertagas sebagai anak perusahaan Pertamina oleh Perusahaan Gas Negara (PGN), karena diduga PGN hanyalah kedok aksi korporasi.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal SPPGE Indra Mantik Oetara didampingi jajarannya melalui pers konference di kantor PGE Ulubelu, Tanggamus, Selasa (17/7/2018).
Pihaknya menuntut agar Conditional Sales Purschase Agreement (CSPA) antara PT PGN dengan PT Pertamina tanggal 29 Juni 2018 tentang akuisisi Pertagas oleh PGN dibatalkan. Hal itu atas pertimbangan beberapa faktor yang salah satunya tingkat kesehatan, produktivitas dan profitabilitas Pertagas lebih baik dibandingkan PGN.
"Sehingga adalah aneh sekali jika pemerintah justru melego kepemilikan sebesar 51 persen saham pertamina kepada perusahan publik," kata dia.

Dia menjelaskan, PGN adalah perusahaan publik yang mempunyai saham 43% persen di Pertagas. Sedangkan 82% saham di perusahaan ini telah jatuh ke tangan investor asing.
Disamping itu, valuasi saham Pertagas rentan terhadap rekayasa oknum pemburu rente dan pihak swasta atau asing yang berkepentingan mengeruk keuntungan bisnis nasional. "Keputusan untuk mengambil langkah akuisisi juga terkesan terburu-buru, tidak transparan dan tanpa kajian komprehensif," ujarnya.
Atas hal ini pihaknya secara tegas menolak akuisisi Pertagas dan meminta agar seluruh proses tersebut dibatalkan. SPPGE juga menuntut dibentuk kembali Direktorat Gas, Energy Baru Terbarukan di Pertamina sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong Pertamina sebagai leader holding Migas dan pengembangan energi bersih guna sumber utama kedaulatan energi masa depan. 

EDITOR

Abu Umaraly

loading...


Berita Terkait



Komentar