pencuriantulangbawang

Spesialis Pencuri Mobil Bersenpi Dibekuk

Spesialis Pencuri Mobil Bersenpi Dibekuk
Polsek Banjaragung menangkap komplotan pencuri mobil yang kerap beraksi di Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang. Dok Polsek


Menggala (Lampost.co) -- Polsek Banjaragung menangkap komplotan pencuri mobil yang kerap beraksi di Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang. Empat kawanan yang bersenjata api (senpi) rakitan itu dibekuk di lokasi berbeda, Rabu dini hari, 20 Januari 2021.

Keempatnya adalah Sugito (47), warga Kampung Wargamakmur Jaya, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang. Kemudian Wardoyo (40), Agus Sutrisno alias Cepot (55), dan Anton Sujarwo alias Prapto (59) warga Tiyuh Pagarjaya, Kecamatan Lambukibang, Tulangbawang Barat.

"Para pelaku spesialis pencuri mobil ini ditangkap di tiga lokasi berbeda," ujar Kapolsek Banjaragung Kompol Devi Sujana.

Dia menceritakan, penangkapan pertama dilakukan pada Sugito sekira pukul 00.15 WIB di rumahnya. Kemudian dilakukan pengembangan dengan menangkap Wardoyo sekira pukul 01.16 WIB, saat berada di kolam pemancingan, Dusun Rajawali, Tiyuh Pagarjaya serta Agus Sutrisno alias Cepot dan Anton Sujarwo alias Prapto pukul 03.00 WIB, di Tiyuh Kibangmulya, Kecamatan Lambukibang.

Terungkapnya aksi komplotan spesialis maling mobil ini, lanjut dia, setelah Dwi Santoso (42) warga Kampung Tunggalwarga, Kecamatan Banjaragung melapor ke Mapolsek Banjaragung, Selasa, 19 Januari 2021. Satu unit truk miliknya hampir dibawa kabur para tersangka sekira pukul 03.00 WIB.

"Pelaku merusak kunci pintu dan kunci starter truk korban. Namun gagal menghidupkan mesin dan tanpa sengaja menyentuh klakson mobil. Korban keluar rumah dan para pelaku kabur," katanya.

Hasil pemeriksaan sementara, imbuhnya, komplotan ini berhasil menggasak sebuah mobil pick up grand max warna hitam di Kampung Tunggalwarga.

"Dari tangan para pelaku disita barang bukti senjata api jenis FN dengan magasin berisi 5 butir amunisi aktif, bungkus rokok merek sampoerna berisi 10 butir amunisi aktif, senpi rakitan jenis revolver yang silindernya berisi 4 butir amunisi aktif 5,5 mm, gagang kunci letter T ukuran 8 mm, dan motor," katanya.

Para pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif di Mapolsek Banjaragung dan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan pidana maksimal 7 tahun penjara.

Sedangkan untuk kepemilikan senpi dan amunisi ilegal terancam dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait