#kecelakaan#beritalampung

Sopir Truk Tabrak Lari Pengendara Motor di Pringsewu Diringkus

Sopir Truk Tabrak Lari Pengendara Motor di Pringsewu Diringkus
Polres Pringsewu meringkus sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan di jalan lintas barat (Jalinbar) KM 36-37, Pekon Wates, Gadingrejo, Pringsewu, pukul 21.15 WIB, 29 September 2021 lalu. Lampost.co/Widodo


Pringsewu (Lampost.co) – Polres Pringsewu meringkus sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan di jalan lintas barat (Jalinbar) KM 36-37, Pekon Wates, Gadingrejo, Pringsewu, pukul 21.15 WIB, 29 September 2021 lalu.

Sopir inisial RAA (24), warga Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, itu mengakibatkan seorang pengendara motor Gregorius Irfan (20), warga Pekon Panutan, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, meninggal dunia akibat luka parah dari kecelakaan tersebut.

Kanit Laka Lantas Polres Pringsewu, Aipda Dani Waldi, menjelaskan kecelakaan itu terjadi saat korban mengendarai motor dari arah Bandar Lampung menuju Pringsewu.

Namun, saat di lokasi kejadian datang truk dari arah berlawanan yang berusaha mendahului motor di depannya. Dengan jarak yang terlalu dekat kedua kendaraan tersebut pun bertabrakan.

"Akibat, pengendara motor terpental dan mengalami luka berat hingga dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara pengemudi truk melarikan diri," kata Dani, Selasa, 23 November 2021.

Atas kejadian itu, pihaknya pun melakukan penyelidikan dan dibantu keluarga korban akhirnya sopir truk tersebut dapat ditangkap di rumah korban, pada Sabtu, 21 November 2021, sekitar pukul 21.00 WIB. "Pelaku RAA kami amankan di rumah korban," katanya.

Berdasarkan pemeriksaan, RAA mengaku dalam perjalanan dari Tanggamus menuju Bandar Lampung mengangkut batu dengan kecepatan 60 km per jam.

"Pelaku tidak menghentikan kendaraan dan tidak menolong korban setelah kecelakaan, karena takut diamuk masa. Saat itu istrinya juga sedang dalam kondisi hamil besar," ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sopir tersebut kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

"Tersangka kami jerat Pasal 310 ayat (4) dan pasal 312 UU RI No 22 tahun 2009 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait