#kasusferdysambo#brigadirj#pembunuhan

Sopir Ferdy Sambo Dijatuhi Sanksi Demosi 1 Tahun

Sopir Ferdy Sambo Dijatuhi Sanksi Demosi 1 Tahun
Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi administrasi berupa mutasi bersifat demosi selama 1 tahun terhadap Bharada Sadam. Antara.


Jakarta (Lampost.co) -- Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi administrasi berupa demosi selama 1 tahun kepada Bharada Sadam. Dia merupakan mantan ajudan sekaligus sopir eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Bharada Sadam menjalani sidang etik karena tidak profesional menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri dalam kasus Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J). Perbuatan Sadam masuk kategori pelanggaran sedang.

Sidang etik Sadam dilakukan secara tertutup, Senin, 12 September 2022. Namun, pada saat pembacaan putusan disiarkan langsung melalui portal Polri TV yang dapat dipantau media secara streaming melalui situs Polri TV di internet.

Dilihat dari portal Polri TV, Ketua Sidang Komis Etik Kombes Racmat Pamudji membacakan putusan Bharada Sadam terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar kode etik Polri diatur dalam Pasal 5 Ayat (1) huruf b dan huruf c Peraturan Polri (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Komisi Etik Polri dan Komisi Profesi Polri.

Komisi Sidang Etik Polri menjatuhkan sanksi berupa etika, yaitu perbuatan pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Sadam juga diwajibkan meminta maaf secara lisan kepada Komisi Etik Polri dan secara tertulis kepada pimpinan Polri.

"Kedua, sanksi administrasi mutasi bersifat demosi selama 1 tahun," kata Rachmat Pamudji di Jakarta.

Dalam sidang tersebut juga dibacakan fakta yang meringankan Bharada Sadam sebagai terduga pelanggar kooperatif dalam memberikan keterangan saat persidangan. Sadam juga telah menjalani penempatan khusus (patsus) selama 20 hari di Mako Brimob.

Baca juga: Langgar Kode Etik, Ferdy Sambo Dipecat dari Polri

Sementara itu, fakta yang memberatkan, perbuatan Sadam telah menjadi pemberitaan viral di media mainstream dan media daring.

Dalam sidang etik tersebut dibacakan Bharada Sadam melakukan perbuatan berupa telah mengintimidasi dan mengambil foto dan video yang tersimpan pada ponsel wartawan nasional yang meliput di rumah pribadi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling II, Jakarta Selatan. Perbuatan itu menyebabkan pemberitaan tersebut viral.

Ketua sidang komisi mengatakan perbuatan tersebut menghambat kebebasan pers. Bharada Sadam selaku anggota Polri seharusnya dapat diberikan pengertian secara santun.

Bharada Sadam yang tergabung dalam Peleton 3 KI Markas Yon D Resimen I Paspelopor Korbrimbob Polri bersama 23 anggota Polri lainnya dimutasi sebagai tamtama pelayanan markas (TA Yanma) Polri pada 22 Agustus 2022.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait