#PENYELUNDUPAN#SATWADILINDUNGI#BERITALAMPUNG

Sopir Bus Selundupkan Ratusan Burung Dilindungi Jadi Tersangka

Sopir Bus Selundupkan Ratusan Burung Dilindungi Jadi Tersangka
Sejumlah petugas Balai Gakkum KLHK menyita ratusan burung dilindungi yang diselundupkan sopir bus antarprovinsi. Dok Gakkum KLHK


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Balai Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menetapkan seorang sopir bus lintas provinsi berinisial DB (37), sebagai tersangka. Sang sopir dijadikan tersangka karena berupaya menyelundupkan 135 ekor burung dilindungi dan tanpa dokumen legal pada 26 Maret 2021 serta berusaha menyeberangi pelabuhan Bakauheni ke Pulau Jawa.

"Burung tersebut kami sita. Dari tiga orang diperiksa, satu orang (sopir) ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Eduward Hutapea, melalui keterangan tertulis, Senin, 29 Maret 2021.

Menurutnya, dari 135 ekor burung yang disita, Gakkum KLHK dan Seksi III SKW BKSDA Bengkulu Lampung mengidentifikasi 128 ekor masuk ke dalam satwa yang dilindungi.

Perinciannya, Rangkar Ongklet/Celilin (Platylophus gelericulatus) enam ekor, Cica Daun kecil/Cica Ijo Mini (Chloropsis cyanopogon) 28 ekor,  Cica Daun Besar/Cica Hijau (Chloropsis sonnerati) 11 ekor, Cica Daun Sayap Biru Sumatera (Chloropsis moluccensis)  35 ekor, dan Cica Daun Sumatera (Chloropsis venusta) 55 ekor.

"Kami akan mengembangkan kasus ini untuk mengejar jaringan penangkap dan penyelundup burung sampai tuntas ke pemilik dan pengirim burung-burung itu," katanya.

Penangkapan berawal ketika Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera mendapatkan informasi dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni dan BKSDA Bengkulu. Tim Balai Gakkum segera menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menahan tiga pelaku setelah BKSDA,  Balai Karantina, dan JAN, mengidentifikasi jenis burung dilindungi tersebut. Selanjutnya, tim Balai Gakkum mengamankan DB sopir bus, dan dua awak bus lainnya, AA dan JS.

"Pelaku menyelundupkan burung-burung itu dengan cara disimpan di bagian mesin kendaraan. Anjing pelacak petugas masih dapat mengendus keberadaan 135 ekor  burung. Tim Gakkum KLHK saat ini telah mengidentifikasi beberapa pelabuhan dan bandara sebagai sebagai lokasi penyelundupan satwa-satwa yang dilindungi," ujarnya.


Direktur Pencegahan dan Pengamanan hutan KLHK, Sustyo Iriyono, mengatakan, operasi penindakan ini menindaklanjuti perintah Dirjen Gakkum Rasio Ridho Sani untuk meningkatkan intensitas pengawasan dan penindakan terhadap perburuan dan perdagangan ilegal satwa yang dilindungi.

"Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan di Provinsi Lampung. Pelabuhan dan bandara lain juga sudah kami identifikasi sebagai titik rawan peredaran ilegal," kata Sustyo.

Penyidik Gakkum akan menjerat DB dengan Pasal 21 Ayat 2 Huruf a Jo Pasal 40 Ayat  2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan  Ekosistem dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait