#pembatasan#premium#5spbu#beritalampung

Sopir Angkot Tolak Premium Hanya Ada di 5 SPBU

Sopir Angkot Tolak Premium Hanya Ada di 5 SPBU
SPBUdi Garuntang, yang akan ditunjuk Pertamina menjadi salah satu menjual Premium. (Foto:Lampost/Asrul)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Wacana Pertamina dan Pemkot Bandar Lampung untuk menunjuk hanya 5 SPBU yang menjual BBM subsidi jenis Premium, di Kota Bandar Lampung, mendapat sejumlah penolakan dari masyarakat.  Salah satunya Perhimpunan Pemilik dan Pengemudi Angkot Bandar Lampung (P3ABL).

Ketua P3BL Daud Rusli mengatakan, kebijakan tersebut menurutnya tak berpengaruh mengurangi antrean, bahkan mempersulit para sopir angkot.

"Kami saaja sekarang jarang dapat premium, karena rebutan terus sama mobil pribadi, ini gimana kalau cuma ada lima SPBU," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat (12/10/2018).

Menurut Daud, bisa saja para sopir angkot mendukung hal tersebut, kalau memang lima SPBU hanya menjual untuk sopir angkot, dan kendaraan roda dua. Sebab menurutnya, kendaraan pribadi yang harusnya menggunakan BBM nonsubsidi, malah lebih sering mendapatkan Premium.

"Enggak ada pengaruhnya, kami ngantre lama-lama, eh kehabisan juga. Naikin aja engak apa-apa, tapi stoknya buat kami. Kalau buat kebijakan jangan aneh-aneh," katanya.

Sementara Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan agar tidak ada penyimpangan. 

"Kita awasi seusia dengan tupoksi, dan pengguna yang sesuai dengan aturan yang ditentukan Pertamina, kita juga melakukan pencegahan, dari olah spekulan, tapi teknisnya nanti dibahas lagi," katanya.

Senior Sales Eksekutif Wilayah IV Pertamina Lampung Edwin Shabry mengatakan, penunjukan tersebut merupakan arahan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung, seputar keluhan di tiap POM yang selalu terjadi antrean panjang pengisian Premium.

Menurut Edwin, kebijakan tersebut justru mengurangi jumlah antrian, karena nantinya 5 SPBU tersebut mendapatkan pasokan berlebih, dari kuota awal per SPBU Hanya 8.000 liter perhari, dan 6.500 kilo liter.

"Ini juga arahan dari Pemkot Bandar Lampung agar tidak antrean panjang, di SPBU Karena kuota cuma 8.000 liter.

Kita tentukan Berdasarkan akses di tiap kecamatan, pointnya, harus dekat dengan bandara, pelabuhan, rumah sakit, jalur angkot,perguruan tinggi, dan fasilitas publik lainnya, dimana nanti semua daerah dan para konsumen bisa tercover," katanya.

EDITOR

Asrul Septian Malik

loading...

Berita Terkait

Komentar