#asusila#kriminal#kekerasanseksual#beritalampung

Sopir Angkot Pencabul Anak Dituntut 9 Tahun Penjara

( kata)
Sopir Angkot Pencabul Anak Dituntut 9 Tahun Penjara
Ruang sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bandar Lampung dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa, 1 September 2020, menuntut terdakwa berinisal S (45) warga Kelurahan Waylaga, Kecamatan Sukabumi, dengan pidana penjara selama 9 tahun, lantaran melakukan tidak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial SA (4).

Dalam surat tuntutan, Jaksa Supriyanti mengatakan terdakwa yang berprofesi sebagai sopir angkot itu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa S dengan pidana penjara selama 9 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar. Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka diganti dengan 6 bulan kurungan," kata Jaksa.

Mendengar tuntutan itu, penasehat hukum terdakwa, Putri Septia, mengungkapkan jika tuntutan tersebut terlalu berat bagi kliennya. 

"Menurut pandangan kami terlalu berat untuk kasus ini, dikarenakan dari dakwaan sampai saksi keterangan di dalam persidangan itu tidak sesuai," katanya.

Purti mengatakan pihaknya pun sudah mengajukan pembelaan agar dalam putusan persidangan Majelis Hakim dapat memberikan keputusan seadil-adilnya. 

Peristiwa itu berawal pada Kamis, 16 Januari 2020, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu terdakwa S memanggil korban SAR yang sedang bermain di depan rumahnya untuk bermain di rumah terdakwa.

"Kemudian saksi korban SAR mendatangi terdakwa dan masuk ke dalam rumah. Selanjutnya terdakwa duduk di depan televisi di ruang tengah rumahnya dan langsung memangku saksi korban SAR," kata Jaksa Supriyanti. 

Saat di pangku tersebut, kata Jaksa, terdakwa S kemudian mencabuli korban SAR dengan tangan kanannya. "Karena merasakan sakit, saksi korban SAR pulang ke rumah," ujar Jaksa.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar