#pencemaran#gbp#limbahcpo

Soal Pencemaran Lingkungan, PT GBP Klaim Sudah Penuhi Tuntutan Warga

Soal Pencemaran Lingkungan, PT GBP Klaim Sudah Penuhi Tuntutan Warga
Pembuatan parit oleh PT GBP yang diminta warga terkait bocornya pembuanganlimbah pabrik CPO. (Foto:Lampost/Ridwan Anas)


MESUJI (Lampost.co)--Terkait dengan bocornya pipa pembuangan pabrik CPO PT Garuda Bumi Perkasa (GBP) di Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji beberapa waktu lalu, pihak perusahaan mengklaim sudah memenuhi sebagian besar tuntutan masyarakat.

Perwakilan Manajemen PT GBP, Evan Siahaan menerangkan jika tuntutan dari masyarakat yang mengklaim terdampak oleh CPO perusahaan yang tumpah beberapa waktu lalu sudah diakomodir perusahaan.

"Keluhan dari pihak desa minta pembuatan parit sepanjang 1.200 meter agar aliran air lancar sampai sungai, kedua mereka minta buatkan sumur bor yang bisa dimanfaatkan masyarakat bertani, juga jembatan orang untuk satu motor. Dan itu semua telah selesai kami bangun," jelas Evan, Minggu, 12 Juni 2022.

Yang masih menjadi PR perusahaan adalah pemberian uang tali asih.

"Tentu tali asih tentu kami akan berikan, namun saat ini sedang kami hitung besaran tali asih yang akan diberikan. Setiap perkembangannya tentu kami sampaikan ke DPRD komisi III dan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mesuji," imbuhnya.

Terpisah, DLH Mesuji mengaku sudah melayangkan surat kepada pihak perusahaan agar segera penuhi semua tuntutan masyarakat.

"Surat sudah kami kirim ke perusahaan sejak 20 Mei 2022. Kami terus awasi semua prosesnya agar dapat berjalan dengan baik," Kepala Bidang (Kabid), Pengawasan dan Penataan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Mesuji, Bambang Irawan.

Diberitakan sebelumnya, CPO milik PT GBP tumpah setelah pipa dari salah satu penampung CPO perusahaan mengalami kebocoran pada Mei 2022 lalu.


EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait