#Kementan#KeterbukaanInformasiPublik

Soal Pencegahan Korupsi dan Keterbukaan Informasi Publik, Kementan Diapresiasi

Soal Pencegahan Korupsi dan Keterbukaan Informasi Publik, Kementan Diapresiasi
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok Kementan.


Jakarta (Lampost.co): Kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) atas berbagai terobosan dalam penyelenggaraan birokrasi yang transparan serta upaya pencegahan korupsi menuai apresiasi dari pengamat pangan sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Sujarwo.
 
"Apresiasi yang setinggi tingginya kepada jajaran Kementan yang serius mengembangkan informasi kepada semua lapisan masyarakat, sehingga saya melihat Kementan termasuk kementerian paling transparan dan relatif bersih dari berbagai tindakan melawan hukum," ujar Sujarwo, dikutip siaran pers, Senin, 7 Desember 2020.
 
Selama setahun terakhir, Kementan menuai beragam penghargaan, di antaranya dinobatkan sebagai kementerian terbaik dalam mengelola informasi dan komunikasi publik.

Komisi Informasi Publik (KIP) menetapkan Kementan sebagai Kementerian terbaik peringkat 1 dengan nilai 97,99 dalam mengelola informasi dan komunikasi publik. Ketetapan ini diberikan setelah melalui serangkaian proses penelitian panjang sekaligus monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik tahun 2020.
 
Kementan juga diganjar penghargaan khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai kementerian yang memanfaatkan nomor induk kependudukan (NIK) dalam data pengelolaan penyaluran pupuk subsidi. Terobosan ini dinilai optimal sehingga mencapai distribusi yang akurat dan efektif.
 
Tak hanya itu, Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKPP) juga memberi penghargaan terhadap proses pengadaan barang dan jasa paling transparan, serta penghargaan dari Menpan RB terkait sistem IQFast yang digunakan Badan Karantina Pertanian sebagai 45 inovasi pelayanan publik terbaik tahun 2020.
 
Menurut Sujarwo, berbagai penganugerahan tersebut menjadi bukti bahwa Kementan memiliki komitmen kuat dalam upaya pencegahan korupsi dengan meningkatkan pelayanan prima pada ketersediaan komunikasi bagi masyarakat dan para petani.
 
Lebih lanjut, Sujarwo menyampaikan dengan informasi yang tersedia secara baik, maka hal itu dapat mendorong peningkatan efektivitas monitoring pelaksanaan program Kementan dan meningkatkan partisipasi semua pihak yang terkait dengan pembangunan sektor pertanian.
 
"Informasi tentang kondisi pertanian yang terbuka oleh publik akan mendorong munculnya partisipasi dan potensi kolaborasi sehingga diharapkan cepat atau lambat convergency program dengan lembaga-lembaga terkait lainnya akan semakin meningkat," katanya.
 
Untuk itu, Sujarwo berharap Kementan dapat terus meningkatkan kinerja diseminasi informasi perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan pertanian bagi kepentingan masyarakat luas, sehingga dapat membangun partisipasi dan kolaborasi yang lebih besar bagi tranformasi pembangunan pertanian yang akseleratif, adaptif, maju, dan membawa kemakmuran bagi bangsa Indonesia.
 
"Semoga dibawah Komando pak Syahrul kementan jauh lebih baik dan menjadi Kementerian paling kuat dari berbagai pelanggaran hukum karena adanya transparansi," kata Sujarwo.
 
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menyatakan Kementan akan lebih meningkatkan layanan informasi dan komunikasi antar lembaga negara, serta kementerian lainnya. Langkah ini perlu dilakukan untuk mewujudkan sektor pertanian yang transparan, maju, mandiri, dan modern.
 
"Semoga ke depan, kami bisa bekerja lebih baik dan mampu mengomunikasikan semua program di Kementan secara lebih cepat dan efektif," kata Kuntoro.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait