#listrik#pemasanganbaru#kotabumi

Soal Pemasangan Baru, PLN Rayon Buminabung Klaim Telah Sesuai Prosedur   

Soal Pemasangan Baru, PLN Rayon Buminabung Klaim Telah Sesuai Prosedur   
Kepala PLN Rayon Buminabung, Lukas didampingi Supervisor Bayu saat memberikan keterangan ke awak media. (Foto:Lampost/Fajar Nofitra)


Kotabumi (Lampost.co)--Terkait dengan adanya keluhan pemasangan baru listrik oleh warga, Perseroan Terbatas (PT) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Buminabung mengklaim segala prosedur telah dilaksanakan. Dalam mengakomodir kebutuhan warga akan listrik dikala membuka usaha.  

Khususnya, ketika mereka (pelanggan) mengajukan perluasan, maka pihak Rayon akan ditindak lanjuti termasuk berkoordinasi dengan UP3 atau dikenal sebagai cabang Kotabumi sebelumnya itu karena merupakan kepanjangan tangannya.

"Termasuk pada kasus pak Afrizal, telah sampai di UP3 dan secara bertahap berproses," kata Supervisor, Bayu mendampingi Kepala Rayon PLN Bumi Nabung, Lukas, Rabu, 10 Agustus 2022.

Menurutnya, investasi dibayarkan oleh pelanggan harus diproses di UP3, dan itu membutuhkan waktu karena perlu diproses. "Dan saya selalu memberikan informasi, baik itu kepada pelanggan maupun perwakilannya. Guna transparansi serta tak ada dusta," terangnya.

Juga dari segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya selaku supervisor dan PLN pada umumnya, lanjutnya. Sebab, selama ini tak pernah melakukan permintaan kepada pelanggan yang melaksanakan pelayanan di kantornya.

"Ketika pelanggan melaksanakan pemasangan baru tapi masuk ke perluasan, maka prosedurnya akan ada survei dan gambar dari tim tehknik. Kemudian, hasil inilah yang nanti akan ditindak lanjuti kepada UP3 karena kewenangannya disana. Dan itu (Afrizal) per 25 Juli telah dilaporkan hasilnya untuk diproses dari tim," tambahnya.

Menyoal kasus serupa yang telah berlangsung selama 7 bulan tanpa disertai meteran namun di lapangan usaha terus berjalan, mereka berdalih itu ada restitusi (pengembalian). Sebab, pelanggan memutuskan tidak melanjutkan kontrak karena tidak disetujui. Sehingga dilakukan pemutusan, meski fakta di lapangan itu aliran listrik terus berjalan hingga berpotensi merugikan negara atau bodong.

"Saat ini kita sedang mengurus pengembalian, dan itu telah kita ambil meterannya," timpal Kepala PLN Rayon Kotabumi, Lukas.

Informasi dikumpulkan di lapangan, praktek legalisasi dilakukan oleh oknum pegawai dan mitra PLN sebagai penghubung di lapangan. Sudah menjadi rahasia umum, bila pemasangan baru seperti dipersulit sementara yang memakai jalur (joki) itu cepat terealisasi.

"Apalagi untuk usaha (jenis perluasan), tidak jarang mereka harus mengeluarkan kocek lebih agar dapat segera. Seperti terjadi di daerah Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan jenis usaha pembesaran ayam. Karena membayar lebih, sekitar Rp60 juta dapat segera dipasang bahkan ganti trafo baru," ujar salah seorang sumber disana.

Belakangan diketahui dalam kasus itu ada pengembalian, yang total dihabiskan hanya Rp52 juta-an saja. Dan praktek manipulasi tersebut di duga telah terjadi lama di Rayon Buminabung.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait