kerumunankorona

Soal Kerumunan, Mendagri Diminta Jangan Hanya Menggertak

Soal Kerumunan, Mendagri Diminta Jangan Hanya Menggertak
Ilustrasi. ANTARA/Muhammad Iqbal


Lampost.co (Lampost.co) -- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian akan menerbitkan instruksi penegakan protokol kesehatan untuk kepala daerah dalam mengendalikan penyebaran virus corona (Covid-19). Instruksi tersebut merupakan respon Tito terhadap kerumunan massa yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir, seperti penjemputan di acara Maulid Nabi dan pernikahan anak Rizieq Shihab di Petamburam beberapa waktu yang lalu.

Menurut Tito, instruksi tersebut memuat aturan yang memungkinkan kepala daerah, baik gubernur, bupati, dan wali kota diberhentikan dari jabatannya jika diketahui melakukan pelanggaran.

"Ancaman Tito kepada Kepala Daerah tersebut, seharusnya tidak perlu menunggu terbitnya instruksi Mendagri, karena sudah ada dan terjadi suatu kasus kerumunan masa yang sangat masif di Petamburan, akibat izin yang diberikan oleh Gubernur DKI kepada panitia Maulid Nabi dan pernikahan anaknya Rizieq di Petamburan tersebut," kata Politisi Partai Hanura, Inas N Zubir.

Menurutnya, kebijakan memberikan izin tersebut bertentangan dengan UU Nomor 23 Tahun 2014, yakni kepala daerah dan wakil kepala daerah dilarang membuat kebijakan yang merugikan kepentingan umum dan meresahkan sekelompok masyarakat atau mendiskriminasikan warga negara dan/atau golongan masyarakat lain yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Apabila melanggar ketentua tersebut maka diberhentikan.

Sedangkan Peraturan dan perundangan-undangan yang diduga dilanggar oleh Anies adalah Permen Nomor 9 Tahun 2020 tentang PSBB dan UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

"Sanksi tegas pemberhentian ini, jika dilaksanakan oleh Tito, maka akan menjadi peringatan kepada kepala daerah lainnya untuk tidak main-main dalam memberikan izin kegiatan maupun perayaan yang menyebabkan kerumunan massa yang padat," ujarnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait