#slank#vaksin

Slank Menolak Tua

Slank Menolak Tua
Acara Vaksin Slank untuk Indonesia (Foto: dok. Metro Tv)


Jakarta (Lampost.co) -- Acara Vaksin Slank untuk Indonesia berlanjut ke episode 24. Kali ini Slank membawakan sebuah lagu yang berjudul "Menolak Tua". Seperti lagu mereka, Slank menolak tua karena bertekad untuk terus berkarya dan mempertahankan eksistensi.

 

Seperti liriknya, "Jangan menjadi tua, tua ku hindarkan, menolak untuk tua, jadi tua itu menyebalkan". Hal ini dimaksud oleh sang pencipta lagu yaitu Bimbim Slank dan Kaka Slank bahwa menjadi tua itu sebuah pembatas untuk berkarya.

Lagu ini memang dibuat untuk menegaskan walaupun usia mereka sudah tidak muda lagi, tapi mereka menolak untuk menjadi orang tua yang menyebalkan dan tidak dapat melakukan segala hal, termasuk berkarya.  

Tahun ini Slank akan menginjak usia 38 tahun berkiprah di dunia musik. Meski Slank tergolong band senior, Slank masih terus eksis.

Pandemi korona juga tidak menyurutkan Slank untuk berkarya. Buktinya mereka baru saja merilis album baru berjudul Vaksin.

Vaksin Slank untuk Indonesia

Sementara itu, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin Slank untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.

Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus". Tetapi, juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin Slank untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat," terang drummer Slank, Bimbim.

"Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," tambahnya.

Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait