arkeolog

Situs Permakaman Anak Kuno di Alor Ditemukan Arkeolog Australia

Situs Permakaman Anak Kuno di Alor Ditemukan Arkeolog Australia
DailyMail/Australia National University (Shimon Kealy, Tahlia Stewart) Foto Gua Makpan, Alor, NTT


Jakarta (Lampost.co) -- Para arkeolog dari Universitas Nasional Australia menemukan situs permakaman anak langka berusia 8.000 tahun di Indonesia. Situs permakaman ini merupakan yang pertama kali ditemukan dari periode Holosen awal.

Jasad anak yang dimakamkan pada situs tersebut diperkirakan berusia antara empat dan delapan tahun saat mereka meninggal. Penemuan ini sekaligus memberikan gambaran terhadap para ahli tentang ritual penguburan yang dilakukan pada periode tersebut.

Cat Oker merah ditempatkan pada pipi jasad anak tersebut, dan pada sebuah batu yang diletakan di bawah kepala mereka. Lengan dan kaki anak tersebut pun harus dilepas sebelum dimakamkan, sebuah praktik yang cukup sering ditemukan oleh para peneliti terjadi di situs permakaman lain pada periode waktu yang sama.

"Pelepasan tulang panjang (lengan dan kaki) adalah praktik yang telah didokumentasikan di beberapa pemakaman lain pada periode waktu yang sama baik di Jawa, Kalimantan, dan Flores, tapi ini pertama kalinya kami melihatnya dalam pemakaman jasad anak-anak, '' tutur Sofia Samper Carro, seorang ahli paleontologi dari Universitas Nasional Australia, dikutip dari dailymail.co.uk, Senin, 9 November 2020.

"Kami belum dapat memastikan mengapa pelepasan tulang panjang (lengan dan kaki) itu dilakukan, tetapi kemungkinan itu adalah bagian dari ritual kepercayaan orang-orang yang hidup saat ini," sambungnya. Penemuan situs pemakaman anak di Gua Makpan di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur ini diharapkan mampu menjelaskan bagaimana orang pada masa itu memperlakukan jasad anak-anak.

"Dengan membandingkan dengan penguburan orang dewasa yang kami temukan pada periode waktu yang sama dengan penguburan anak-anak ini, kami berharap dapat membangun sebuah kronologi maupun pandangan umum tentang praktik penguburan di wilayah ini (Pulau Alor) antara 12.000 hingga 7.000 tahun yang lalu," imbuh Carro.

Dalam pengamatan lanjutannya, Samper Carro mengatakan bahwa jenis kelamin dan usia pasti dari jasad anak yang dimakamkan pada situs tersebut masih menjadi misteri. Para peneliti memprediksi usia anak tersebut dari struktur gigi yang dimilikinya, yang menurut para peneliti sama dengan gigi anak yang berusia enam hingga delapan tahun, namun kerangkanya lebih mirip dengan anak usia empat hingga lima tahun.

"Kami ingin melakukan penelitian 'paleo-health' lebih lanjut untuk mengetahui apakah kerangka yang lebih kecil ini terkait dengan pola makan, faktor lingkungannya, atau mungkin faktor genetik yang terisolasi di sebuah pulau," ujar Samper Carro.

Beberapa analisis mengenai situs pemakaman Pulau Alor ini sedang dikumpulkan oleh para peneliti untuk memperjelas keterangan detail dari jasad anak yang telah terkubur di sana sejak 8.000 tahun yang lalu tersebut.
 

 

EDITOR

Media Indonesia

loading...




Komentar


Berita Terkait