#covid-19Lampung#sekolah

Siswa Terpapar Covid-19, Dua Sekolah di Lambar Kembali Ditutup

Siswa Terpapar Covid-19, Dua Sekolah di Lambar Kembali Ditutup
Ilustrasi. Antara Foto


Liwa (Lampost.co) -- Dua sekolah di Lampung Barat kembali meliburkan seluruh siswanya setelah baru seminggu menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Hal itu dilakukan setelah ada siswa yang terkonfirmasi Covid-19.

Dua sekolah itu yakni SMPN Sekuting Terpadu dan SDN 1 Waymengaku Kecamatan Balikbukit. Kegiatan belajar tatap muka di SMPN Sekuting terpadu telah diliburkan selama beberapa hari mulai pekan lalu karena salah satu siswa di kelas akhir dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara SDN 1 Waymengaku juga terpaksa meliburkan kegiatan PTM di sekolah mulai Senin, 6 September 2021, karena ada salah satu siswa yang dilaporkan positif Covid-19.

Kepala SDN 1 Waymengaku, Ahmad Suryadi mengatakan, kegiatan PTM dilakukan ganjil-genap dimulai pada 30 Agustus. Sementara siswa yang positif Covid-19 masuk hari pertama pada Selasa, 31 Agustus, kemudian dilanjutkan Kamis dan Sabtu.

"Hari Selasa anak tersebut masuk dan terlihat sehat tidak ada gelaja. Kemudian sesuai jadwal masuk kembali pada hari Kamis tetapi orang tuanya meminta izin jika anaknya kurang sehat maka diizinkan. Lalu hari Sabtu, anak tersebut juga belum masuk lagi dan malam minggunya orang tuanya melapor jika anaknya positif covid-19," kata dia, Senin, 6 September 2021.

Terkait laporan adanya siswa yang positif itu, kata dia, pihaknya langsung melapor ke Korwil, Satgas Pekon, dan Puskesmas. Kemudian berdasarkan hasil koordinasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lambar maka KBM tatap muka ini diliburkan sementara. Lalu pada Minggu pihaknya melakukan penyemprotan di gedung sekolah.

"Sambil memantau perkembangan dan jika sudah diizinkan maka direncanakan kegiatan PTM masuk kembali pada Kamis, 9 September. Sedangkan siswa yang dinyatakan terkonfirmasi covid-19 hanya melalui daring," ujarnya.

Sedangkan siswa yang bersangkutan untuk kegiatan PTM baru diizinkan sekitar 3-4 Minggu ke depan atau setelah dinyatakan benar-benar sembuh. Pihaknya pun sudah mengutus petugas untuk memantau perkembangan siswa tersebut sekaligus memberikan bantuan untuk penyemangat.

"Kalau dari pemantauan saat melakukan isolasi mandiri itu, anaknya sepertinya terlihat sehat atau tidak bergejala namun hasil swab anaknya bersama ibunya positif," kata dia.

Untuk 15 siswa yang belajar satu kelompok dengan anak tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan orang tuanya masing-masing serta terus melakukan pemantauan. Hasilnya dalam beberapa hari ini semuanya dalam kondisi sehat. Mudah-mudahan tidak ada yang ikut terpapar.

"Kami sudah berpesan kepada para orang tuanya masing-masing dan meminta untuk memantau kondisi anaknya apabila ada gejala sakit agar segera mengambil langkah dan melapor," kata dia.

Ia juga berpesan kepada seluruh orang tua siswa di sekolah itu agar memberi tahu kepada pihak sekolah jika habis berpergian keluar daerah bersama anaknya atau bila habis kontak dengan keluarga yang pernah terkonfirmasi sehingga pihaknya bisa memberikan kebijakan yang lebih baik.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait