#budidaya#lamsel#beritalampung#apci

Siswa SMK Dapat Pelatihan Budi Daya Lele dan Patin dari Ketua APCI 

Siswa SMK Dapat Pelatihan Budi Daya Lele dan Patin dari Ketua APCI 
Ketua Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) Provinsi Lampung Aribun Sayunis memberikan pelatihan kepada puluhan siswa SMK Negeri 2 Kalianda dam SMK Negeri 1 Ketapang, Lamsel, di kediamannya, Jumat (5/10/2018). (Foto:Lampost/Armansyah)


KALIANDA (Lampost.co)-- Ketua Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) Provinsi Lampung Aribun Sayunis memberikan pelatihan kepada puluhan siswa SMK Negeri 2 Kalianda dam SMK Negeri 1 Ketapang, Lampung Selatan, di kediamannya, Jumat (5/10/2018). Puluhan siswa itu dibeei pengetahuan budi daya ikan lele dan patin dengan sistem bioflok. 

"Ya, tadi ada puluhan siswa dari dua sekolah kejuruan belajar cara budi daya ikan lele dan patin dengan dengan teknologi bioflok. Puluhan siswa kami ajak melihat langsung kolam budi daya ikan lele teknologi bioflok yang tengah kami dikembangkan," kata Aribun melalui sambungan whatsapp.

Menurut Aribun, pelatihan yang diberikan mengenai budi daya ikan lele dan patin sistem bioflok itu bertujuan meningkatkan wawasan serta membuka peluang usaha bagi mereka kedepannya. Sebab, tehnologi bioflok itu dinilai mampu menggenjot produktivitas ikan lele dan patin.

"Bukan hanya menggenjot produksi, tetapi penggunaan lahan yang tidak terlalu luas, dan yang terpenting bisa meningkatkan pendapatan," kata pengusaha ikan lele dan patin terbesar di Lampung itu. 

Aribun menjelaskan teknologi bioflok itu mengadopsi bentuk rekayasa lingkungan yang mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme, dan secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.

"Dengan mengunakan teknologi bioflok, produksi lele bisa mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dari produksi biasa. Ini yang disukai para pembudidaya dan bermanfaat untuk menambah suplai ikan. Saat ini, kebutuhan ikan lele di pasar sangat besar," kata dia.

Aribun membandingkan, untuk budi daya dengan sistem konvensional dengan padat tebar sekitar 100 ekor per meter kubik memerlukan waktu 120-130 hari untuk panen. Sedangkan, dengan bioflok dengan padat tebar berkisar 500-1.000 ekor per meter kubik hanya membutuhkan 100-110 hari untuk panen. 

"Dengan kita buat kolam bulat ukuran diameter dua meter ini bisa memaksimalkan budidaya ikan lele dan patin. Saya berharap apa yang didapat ilmu tentang budidaya ikan lele dan patin dengan sistem bioflok itu bisa bermanfaat dan diterapkan," kata dia. 

EDITOR

Armansyah

loading...




Komentar


Berita Terkait