#pendidikan#beritalampung

Siswa SMAN 2 Bandar Lampung Lulus Seleksi Kampus Terbaik Ketiga Asia

Siswa SMAN 2 Bandar Lampung Lulus Seleksi Kampus Terbaik Ketiga Asia
Siswa kelas XII SMAN 2 Bandar Lampung, Achnaf Habibullah. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Siswa kelas XII SMAN 2 Bandar Lampung, Achnaf Habibullah, dinyatakan lulus dalam tes seleksi penerimaan mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Kabar tersebut diterimanya pada Rabu, 7 April 2021. Kampus terbaik ke-13 di dunia dan ke-3 di Asia versi QS World University itu menerima Achnaf di jurusan teknik mesin (mechanical engineering).

Prestasi membanggakan Achnaf diterima di NTU tidak mudah. Mengingat tes seleksi penerimaan mahasiswa yang sulit dan persaingan yang ketat antarpeserta tes. Namun, ternyata ia sudah mempersiapkan diri sejak kelas X dengan tekun belajar, mengikuti berbagai ajang perlombaan olimpiade fisika, dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

“Saat kelas X aku sudah melihat NTU di Youtube dengan banyak kelebihan yang dimiliki kampus itu. Aku pun ingin sekali bisa belajar di Nanyang dan mempersiapkan segalanya sejak pertama kali melihat Nanyang di media sosial,” kata dia, Senin, 12 April 2021.

Achnaf mengatakan pendaftaran untuk seleksi masuk NTU dilakukan pada November—Desember 2020 dan mengikuti seleksi berkas. Setelah lulus seleksi berkas, ia mengikuti tes University Entrance Exams (UEE) yang digelar secara daring pada awal Maret 2021 dengan peserta sekitar 700 pelajar Indonesia.

“Alhamdulillah 7 April lalu saat pengumuman seleksi Achnaf diterima di NTU, bersama sekitar 80 pelajar Indonesia lainnya. Teknik mesin menjadi pilihan ku karena mempelajari mesin, komputer programming atau komputer sains, dan juga electrical,” kata remaja kelahiran 11 Mei 2003 itu.

Putra kedua dari pasangan Hidayatulloh dan Tati Sumiyati tersebut bersyukur menekuni pelajaran fisika dari kelas X dan mengikuti berbagai perlombaan olimpiade fisika sehingga lebih mudah belajar fisika. Selanjutnya khusus matematika, ia pelajari mulai kelas XI dari silabus tes masuk kampus teknologi tersebut.

"Mulai dari kelas X hingga kelas XII awal, persiapan tes masuk NTU sudah aku persiapkan. Materi-materi tes seleksi yang tidak dipelajari di sekolah membuat aku berinisiatif sendiri mengejar dan mempelajari materi-materi tes,” ujar Achnaf.

Bukan tanpa alasan Achnaf tekun belajar. Menurut peraih perunggu bidang fisika Kompetisi Sains Nasional 2020 itu, saat ingin mencapai mimpi dan target, tentu harus mengambil tindakan dan mengeksekusinya dengan bekerja keras. Dia pun rela mengorbankan apapun, termasuk waktunya bermain.

"Kita harus berani mengambil tindakan untuk mengejar target dan mimpi, termasuk dengan mengorbankan waktu bermain, untuk mencapai hal yang terbaik," kata Achnaf.

Kini dia pun memetik buah dari hasil kerja kerasnya tekun belajar dengan masuk kampus yang menjadi impiannya. Sebenarnya Achnaf juga sudah diterima di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung.

Namun, dia memilih untuk menempuh pendidikan tinggi NTU karena Singapura merupakan negara yang menjadi pusat pengembangan teknologi di Asia. Terinspirasi dari Belva Devara, pendiri Ruangguru, Achnaf ingin bisa belajar ilmu pengetahuan dan teknologi di Singapura.

“Aku senang banget bisa diterima di Nanyang, tapi aku enggak dapat beasiswa pendidikan penuh. Aku mendapatkannya secara parsial atau setengah. Maka itu, Achnaf juga masih memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk dapat belajar di Singapura," kata Achnaf yang bercita-cita membangun startup.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait