#beritalampung#beritabandarlampung#pemukulan

Siswa SMA Madani Laporkan Gurunya Melakukan Kekerasan, Ini Tanggapan Sekolah

Siswa SMA Madani Laporkan Gurunya Melakukan Kekerasan, Ini Tanggapan Sekolah
Salah seorang guru SMA Madani sedang menjelaskan peristiwa terjadinya pemukulan, Selasa, 18 Oktober 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Salah satu siswa SMA Global Madani melaporkan gurunya ke Polresta Bandar Lampung karena melakukan kekerasan hingga memar di bagian pelipis sebelah ?iri.

Kepala Sekolah SMA Global Madani Rofi' Darojat membenarkan adanya peristiwa yang melibatkan siswa ASW dan guru sejarah EK di sekolahnya.

"Benar ada kejadian itu. Kemarin kita sudah bertemu dengan Wali muridnya agar semuanya diselesaikan dengan baik, dari kami sendiri tidak membenarkan tindakan dilakukan oleh guru dan tidak membenarkan juga tindakan yang dilakukan siswa," katanya, Selasa, 18 Oktober 2022.

Guru EK bisa melakukan hal tersebut karena penyakit darah tingginya kambuh ditambah lagi sakit flu yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Baca juga:  Tabrak Truk Terparkir di Jalintim Tubaba, Dua Pengendara Motor Tewas di Tempat

"Kita tanya kenapa bisa begitu, pada saat itu guru kami sedang flu berat hingga darah tingginya kambuh dalam seminggu ini. Karena kami pastikan selama 14 tahun ini kejadian pertama kalinya," ujarnya.

Yeni Anggraini (24), tante korban mengatakan peristiwa itu terjadi di halaman sekolah usai upacara. Keponakannya bernisial  ASW saat itu sedang asik mengobrol bersama dua temannya. "Kalau dari cerita ponakan saya, lagi ngobrol lah bertiga usai upacara. Tiba-tiba guru inisial EK datang menghampiri," katanya.

Setelah itu, lanjut, Yeni, EK mendekati keponakannya tanpa berbicara panjang lebar langsung melakukan kekerasan dengan cara membenturkan kepala ponakannya.

"Diadu kepala gitu, sampe memar pelipis sebelah kiri ponakan saya," katanya.

Usai mendapat perlakuan dari EK yang merupakan guru sejarah di SMA tersebut, korban pulang ke rumah dan menceritakan kejadian. Akhirnya membuat laporan dengan bukti laporan bomor LP/B/2509/X/2022/SPKT/Polresta Bandar Lampung.

Sementara itu, ASW mengaku saat itu sedang bercanda gurau bersama rekannya dan tiba-tiba guru tersebut datang lalu mendorong mereka.

"Guru itu bilang saya melototin dia, padahal memang beginilah saya. Abis itu kepala saya dijedutin ke kepala dia langsung dilerai sama guru lain," katanya.

Setelah dilerai guru tersebut tetap berusaha mengejarnya sembari mengepalkan tangan.

"Dilerai lagi sama guru, saya sudah menjauh. Ini tadinya bengkak biru sekarang sudah mendingan karena di kompres," ujarnya.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan sudah menerima laporan tersebut dan akan melakukan penyelidikan. "Sudah kita terima, dan lakukan penyelidikan," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait