#siswa#kreatif#revolusiindustri

Siswa Dituntut Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0

Siswa Dituntut Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0
dokumentasi pixabay.com


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Di era revolusi industri 4.0 siswa dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Siswa tidak hanya menjadi pendengar, tapi mampu tampil di depan kelas, mengajar, diskusi,  dan memecahkan masalah. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kemampuan manajerial bagi kepala sekolah.

Melalui diklat penguatan sekolah yang dilaksanakan selama sepekan oleh Kemendikbud oleh Lembaga Penyelenggara Diklat, Kepala Sekolah diharapkan mampu memenuhi kapasitas sesuai dengan hak dan kewajiban di sekolah terkait dengan perubahan revolusi industri 4.0 serta reformasi dan birokrasi.

" Jadi semua harus serba transparan, ada semangat, hak dan kewajiban semua ditanya melalui sistem," ujar Kepala Bidang Fasilitas Peningkatan Kompetensi (P4TK) Bispar Edy Rismunandar dalam acara diklat penguatan Kepsek Tahap III di Hotel Kurnia 2, Rabu, 4 Desember 2019.

Edy menambahkan di era revolusi industri semua harus berubah termasuk kepala sekolah. Untuk itu, melalui diklat penguatan kepsek diharapkan dapat mengaplikasikan pemahaman dan pengetahuan selama pelatihan sepekan kedepan.  " Di era saat ini  Kepsek harus kompak mengkondisikan guru, menciptakan suasana belajar yang kondusif  agar siswa betul-betul mempunyai sikap kreatif dan mampu bersaing," harapnya.

Ketua Lembaga Penyelenggara Diklat STKIP Bandar Lampung Wayan Satria Jaya menambahkan, kini kepsek diposisikan sebagai manajer seperti disebuah perusahaan,  sehingga harus kreatif sebagai ujung tombak kemajuan sekolah.

Bahkan, smartphone yang dibawa siswa bisa menjadi penunjang pembelajaran untuk mencari berbagai sumber referensi. "Tidak hanya mencari referensi, tapi juga berbisnis menciptakan kata-kata kreatif juga sudah termasuk sebuah inovasi.  karena tugas manajer mampu berinovasi, kreatif kepada anak," kata dia.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait