#tawuran#tawuranpelajar#gengmotor

Siraman Rohani Cegah Tindakan Kriminalitas Pelajar

Siraman Rohani Cegah Tindakan Kriminalitas Pelajar
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tawuran remaja dan anggota geng motor di Bandar Lampung yang marak beberapa waktu lalu menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Para pelajar yang terlibat tawuran baik siswa SMP maupun SMA.

Kepala SMPN 1 Bandar Lampung, Tri Priyono mengatakan untuk mencegah tindakan kriminalitas, pertama melakukan tindakan preventif dengan pembinaan mental dan rohani. "Jadi pembinaan mental dan rohani rutin dilakukan setiap hari, mulai dari baca Alqur'an bagi siswa yang beragama Islam dan nonmuslim ada pembinaan khususnya," katanya, Selasa, 13 September 2022. 

Menurut dia, ketika para siswa mendapatkan siraman rohani, peran guru kurang lebih 15 menit akan memberi pembinaan tambahan. "Guru memberikan binaan kepada siswa. Itu yang dilakukan Selasa, Rabu, Kamis, Jumat," ujarnya. 

Baca juga: Janji Tak Mengulangi, Pelajar Terlibat Tawuran Cium Kaki Ibunya

Kedua, sekolah punya jadwal rutin setiap Jumat akhir bulan mengundang narasumber sebagai penceramah untuk penguatan mental rohani para siswa. "Materi yang diberikan adalah mencegah perbuatan anarkis, baik di dalam maupun luar sekolah. Dengan tindakan itu, kami memberikan arahan kepada siswa," katanya. 

Kemudian dari sisi orang tua, Tri mengatakan jika sekolah punya perangkat wali kelas yang ditugaskan memberi arahan dengan berkomunikasi dengan orang tua siswa. "Arahan terkait tindakan kriminal, apakah itu tawuran, geng motor, dan lainnya," ujarnya. 

Setelah itu menyosialisasikan pemberlakuan skor poin kepada orang tua. Skor poin ini menjadi tolok ukur kenalakan siswa di sekolah. 

"Dalam aturan tata tertib itu isinya seperti membolos, berantem, merokok, apalagi tawuran itu skornya sangat besar sekali," katanya. 

Selain itu, melarang siswa membawa motor ke sekolah. "Kana masih siswa SMP umurnya belum cukup untuk memiliki surat izin mengemudi (SIM). Sehingga mereka tidak akan masuk geng-geng motor," ujarnya.
 

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait