koronacovid-19vaksin

Singapura Butuh Waktu Setahun Vaksinasi Covid-19

Singapura Butuh Waktu Setahun Vaksinasi Covid-19
Dubes RI di Singapura Suryopratomo. Foto: BNPB.


Singapura (Lampost.co) -- Pemerintah Singapura mulai berfokus pada program vaksinasi virus korona (covid-19). Vaksinasi bisa dilakukan karena angka infeksi covid-19 di sana sudah menurun.

Hal ini dibeberkan Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo dalam diskusi virtual bersama Satgas Penanganan Covid-19, Selasa, 5 Januari 2021.

Singapura disebut akan melakukan program vaksinasi mereka di akhir 2021. Rencana program vaksinasi ini sudah disampaikan Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Young dalam rapat dengan Parlemen.

"Kemarin Menteri Kesehatan menjelaskan tahun ini Singapura fokus di vaksinasi. Vaksinasi dilakukan setelah Singapura berhasil menurunkan kurva penularan. Kalau kurva penularan tidak turun akan sulit vaksinasi," tutur Suryopratomo.

Dubes Suryopraomo menambahkan vaksinasi itu dilakukan setelah Singapura berhasil menurunkan kurva penularan. Ini yang membuat vaksinasi di Singapura itu tidak membuat masyarakat heboh.

"Tidak seperti di Indonesia, pengiriman vaksin itu harus pakai acara seremoni pake confeti. Di sini dianggap sebagai sesuatu yang normal saja, karena angka penularan di Singapura sangat rendah dan nyaris tidak ada penularan yang terjadi di komunitas," imbuhnya.

Tommy - panggilan akrab Suryopratomo - mengatakan Menkes Singapura telah menyampaikan akan melakukan vaksinasi terhadap 5,6 juta orang, termasuk kepada warga negara asing (WNA) yang tinggal lama di Singapura di akhir 2021.

"Jadi butuh waktu 1 tahun dan memang ini tantangan tidak mudah," imbuh dia.

Tommy menjelaskan untuk menurunkan kurva penularan virus corona di Singapura, pihak pemerintah di sana menggerakkan relawan. Relawan yang berasal dari masyarakat itu ditugaskan untuk melakukan pengawasan terhadap kepatuhan masyarakat di sana ketika berada di tempat publik.

"Orang patuh tidak pakai masker, jaga jarak tidak, kalau ditegur dia acuh kemudian dia difoto dan langsung petugas datang," seru dia.

"Kalau mereka melanggar akan didenda 300 dolar (Singapura). Kalau orang itu 2 kali melakukan kesalahan yang sama maka denda naik menjadi 600 dolar, 3 kali melanggar lagi menjadi 1.200 (dolar)," tambah Tommy.

Menurut Tommy, denda tersebut yang membuat masyarakat patuh karena ada pengawasan. Selain itu, siapapun yang masuk ke Singapura harus menjalankan isolasi selama 14 hari.

Jika melanggar, maka siap-siap denda akan menanti. Bahkan, pelanggar bisa dimasukkan ke penjara selama enam bulan untuk warga Singapura, dan deportasi untuk WNA.

Dubes Suryopraomo menambahkan vaksinasi itu dilakukan setelah Singapura berhasil menurunkan kurva penularan. Ini yang membuat vaksinasi di Singapura itu tidak membuat masyarakat heboh.

Dubes juga menyampaikan jika pelacakan secara digital, pengujian, dan isolasi mandiri menjadi cara Singapura berhasil menurunkan kurva infeksi mereka.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait