koronacoronavirusnewnormal

Sinergikan New Normal dan Percepatan Ekonomi di Lampung

( kata)
Sinergikan New Normal dan Percepatan Ekonomi di Lampung
Gubenur Lampung memimpin Rapat Evaluasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jum'at, 24 Juni 2020. Dok Diskominfotek

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus mensinergikan kebijakan dan strategi penerapan tata kelola adaptasi baru atau new normal, dan percepatan ekonomi sampai di tingkat Kabupaten/Kota di Bumi Ruwai Jurai. Hal tersebut yang dikupas dalam Rapat Evaluasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 24 Juli 2020.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, rapat evaluasi membahas beberapa hal terkait penanganan Covid-19, salah satunya adalah persiapan untuk penerapan adaptasi kebiasaan baru hingga ke kabupaten dan kota. Arinal memberikan arahan agar predikat terbaik dalam hal tata kelola penanganan Covid-19 secara nasional dapat dipertahankan.

"Terlebih dalam hari kedepan akan datang empat menteri ke Lampung, hal ini menunjukan keseriusan Pemerintah Pusat untuk mendukung penanganan dan pencegahan covid-19 di Lampung," katanya.

Kemudian ia berpesan kepada bupati dan wali kota agar kebijakan yang dikeluarkan oleh Provinsi menyangkut penanganan dan pencegahan Covid-19 di Provinsi Lampung hendaknya dapat selaras dengan kebijakan di wilayahnya masing-masing. Terutama kebijakan menyangkut investasi yang akan masuk ke Lampung agar perkonomian di Lampung dapat bangkit kembali.

Dalam rapat evaluasi tersebut diketahui, bahwa mulai 22 Juli 2020 wilayah merah di Lampung sudah tidak ada. Namun masih terdapat daerah orange dengan resiko tinggi yang perlu diwaspadai yaitu Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Wilayah kuning ada 10 Kabupaten/kota. Sementara wilayah hijau yang tidak ditemukan konfirmasi positif ada di Mesuji, Tulangbawang, dan Way Kanan.

"Dalam kondisi Pandemi covid-19 Lampung tetap mampu mengendalikan ekonomi di daerah dan mendukung pemenuhan kebutuhan daerah lain, hal tersebut terbukti dengan sumbangsih Lampung menyuplai 26.000 ton gula dan 1 juta ton padi ke DKI Jakarta," katanya. 

 

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar