#curi#sindikatrokok

Sindikat Pencuri Rokok di Lamteng Diringkus

Sindikat Pencuri Rokok di Lamteng Diringkus
Tekab 308 Polres Lampung Tengah, saat melakukan penangkapan terhadap pelaku SK dan mengamankan sejumlah barang buktu saat berada di wilayah Kota Bandar Lampung. (Foto:Lampost.co/Raeza Handanny Agustira)


Gunungsugih (Lampost.co)-- Tekab 308 Polres Lamteng, mengamankan Sindikat pelaku pencuri rokok antarprovinsi, yang akhir-akhir ini kerap meresahkan para pemilik toko gerabatan di daerah setempat. Komplotan ini, menyasar warung yang menjual rokok dalam skala besar.Tak tanggung-tanggung sekali beraksi, komplotan ini merugikan korbanya hingga Rp300 juta, dengan modus merusak gembok toko.

Tiga pelaku diamankan pada Sabtu, 12 November 2022 yakni, KN (49) warga Kecamatan Tanjung MO Rawa Kabupaten Deliserdang Provinsi Sumatera Utara, lalu SSP (60) warga Kecamatan Ciputat Kabupaten Tanggerang Selatan, Provinsi Banten dan SK (36) warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur,

Penangkapan ini berawal dari aksi pencurian yang dilakukan para pelaku di toko gerabatan milik Ipung Kusworo (45) warga Pasar I Kotagajah, Lampung Tengah, pada Kamis, 10 November 2022 pada pukul 02.30 WIB.

"Pada saat pagi hari korban dan karyawan hendak membuka tokonya, melihat gembok sudah tidak ada, kemudian korban melihat isi toko berupa rokok yang berada di rak dan dalam gudang sudah habis dikuras pelaku. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp300 juta dari berbagai merk rokok yang hilang dicuri," kata Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, Minggu, 13 November 2022.

Setelah melakukan penyidikan, Tekab 308 Polres Lamteng  bersama jajaran anggota Polsek Punggur mendapat ciri-ciri pelaku. Dari hasil penyelidikan, didapat informasi bahwa para pelaku berada di Bakauheni hendak menyeberang ke Pulau Jawa, kemudian, lalu polisi melakukan pegejaran terhadap para pelaku.

"Setelah para pelaku teridentifikasi, kami dibeckup dengan anggota Polres Lampung Selatan, langsung melakukan upaya penangkapan, terhadap KN dan SSP yang sedang menunggu antrian penyebrangan kapal," jelas Kapolres.

Usai keduanya diamankan, selanjutnya dilakukan pengembangan, dan polisi mengamankan pelaku lainya, yakni SK yang tinggal di Perum Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Kini, Tekab 308 Polres Lamteng, tengag melakukan pengembangan terhadap tempat kejadian perkara lainya.

"Para pelaku mengakui, bahwa kejahatan yang mereka lakukan, aksi pencurian rokok di Provinsi Lampung sudah di lakukan sejak tahun 2021. Hal itu dapat dibuktikan dengan data pengiriman barang yang sudah kami amankan," terang Kapolres.

Sejak tahun 2021 silam, pelaku mengaku sudah mengasak tiga toko di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di daerah Jatim?ulyo, Karang Anyar dan Bakauheni area Lintas timur dekat menara siger. Kemudian diwilayah Kabupaten  Pringsewu satu kali serta para pelaku juga mengaku pernah melakukan pencurian rokok diwilayah Provinsi Sumatera Utara.
Aksi pencurian .ereka terhenti, setelah  melakukan pencurian diwilayah Lampung Tengah yakni di wilayah Bandar Jaya Kecamatan Terbanggi Besar dan Kecamatan Kotagajah.

"Mereka ini merupakan spesialis pencuri rokok antar Provinsi," imbuhnya.

Kepada polisi, para pelaku juga mengakui bahwa aksi pencurian rokok dilakukan lantaran mudah untuk dicuri dan sangat gampang untuk di jual kembali. Hasil dari penjualan barang curian ini, di gunakan para pelamu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Saat ini, para pelaku telah diamankan di Mapolres Lampung Tengah guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. Para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHPidana, ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait