#pilpres2024#pemilu2024

Simulasi Pilpres, Ganjar-Erick Thohir Bisa Kalahkan Prabowo-Puan

Simulasi Pilpres, Ganjar-Erick Thohir Bisa Kalahkan Prabowo-Puan
Pilpres 2024. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Duet Ganjar Pranowo dan Erick Thohir mampu mengungguli Prabowo Subianto-Puan Maharani dalam simulasi yang dilakukan Lembaga Indikator Politik Indonesia. Ada sejumlah faktor yang ternyata menyebabkan hasil tersebut bisa terjadi.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai sosok Ganjar memberikan banyak keuntungan dalam simulasi tersebut. Sehingga, jika disandingkan dengan siapa pun, Gubernur Jawa Tengah itu kemungkinan menang.

“Kalau Ganjar dengan siapa pun bisa memberikan insentif elektoral yang positif, bahkan dengan nama yang enggak populer itu juga signifikan, seperti dengan Erick Thohir,” katanya saat dihubungi, Senin, 9 Mei 2022.

Dia mengingatkan, sosok capres selalu menjadi kunci penting dalam Pilpres 2024 mendatang. Sehingga partai politik harus mempertimbangkan dengan matang sosok yang akan diusung.

Terkait Erick Thohir, Adi menerangkan, dalam beberapa survei saat ini nama Menteri BUMN itu muncul. Salah satu penyebabnya karena Erick telah sering melakukan kegiatan di tengah masyarakat.

“Seperti diketahui saat ini semua masih meraba, suka enggak suka tapi Erick Thohir dia sudah mulai muncul di survei dan dia dilihat punya logistik memadai. Jadi wajar untuk mensimulasikannya. Erick dinilai punya modal politik, terutama logistik,” ujarnya.

Sebelumnya, nama Erick Thohir yang dipasangkan sebagai pendamping calon presiden terbilang mendongkrak persentase elektabilitas Capres. Hal itu terlihat dalam hasil survei simulasi tiga pasangan Pilpres yang dilakukan Lembaga Indikator Politik Indonesia.

Misalnya, Anies-AHY 27,4 persen vs Ganjar-Erick 32,2 persen versus Prabowo-Puan 28,7 persen. Kemudian Anies-AHY 27,1 persen vs Ganjar-Airlangga Hartarto 29, 7 persen versus Prabowo-Erick 31 persen. Selanjutnya, Anies-AHY 29,2 persen vs Ganjar-Puan 26,9 persen vs Prabowo-Erick 31,8 persen.

Tidak ketinggalan simulasi Anies-Erick 26,2 persen vs Ganjar-Airlangga 31,2 persen vs Prabowo-Puan 29,4 persen.

"Untuk simulasi dua pasangan, nama Anies-Erick 41,1 persen vs Prabowo-Puan 38,9 persen. Ganjar-Erick 41,8 persen vs Prabowo-Puan 39 persen. Ganjar-Puan 33,1 persen vs Prabowo-Erick 47,5 persen. Ganjar-Anies 44,1 persen vs Prabowo-Erick 39,7 persen," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

Untuk diketahui Indikator Politik Indonesia melakukan survei secara tatap muka pada 11 Februari - 21 Februari 2022. Populasi survei ini seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel basis sebanyak 1.200 orang. Sampel berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait