#beritalampung#korupsi#nasdem

Sikap DPP dan DPW NasDem Lampung Terkait Pungli Anggota DPRD Lamtim

Sikap DPP dan DPW NasDem Lampung Terkait Pungli Anggota DPRD Lamtim
Ilustrasi hukum. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Dewan Pengurus Pusat (DPP) NasDem menanggapi adanya kader asal Lampung Timur berinisial WY yang merupakan anggota DPRD Lampung Timur menjadi tersangka kasus pungutan liar (pungli) dana program percepatan peningkatan tata guna air di Kabupaten Lampung Timur Tahun Anggaran 2022.

Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM NasDem, Taufik Basari, mengatakan secara kelembagaan, partainya tidak akan memberikan pendampingan hukum dalam bentuk apa pun atas tindakan pidana korupsi.

"NasDem tidak berikan pendampingan atas nama partai," ujar Tobas sapaan akrabnya, Jumat, 12 Agustus 2022.

Berita terkait: Anggota DPRD Lampung Timur Tersangka Pungli Irigasi

Taufik juga telah memberikan arahan terhadap Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) NasDem Lampung dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) NasDem Lampung Timur untuk mengambil sikap dan menjalankan mekanisme partai. Jika ditemukan adanya pelanggaran, partai juga siap berkoordinasi dengan aparat jika diperlukan.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik, DPW NasDem Lampung, Rakhmat Husein, mengatakan pihaknya prihatin terhadap kader partai yang menjadi tersangka. Dia mengatakan DPW menyerahkan sepenuhnya hal tersebut ke pihak kepolisian dan mendukung proses penyidikan.

"Sudah sering kali di setiap pertemuan, Ketua DPW NasDem Lampung Herman HN berbicara tegas. Jangan terlibat pidana, jangan korupsi.Tugas kader kalau membantu ya membantu, jangan meminta kutipan atau pungutan. Ini yang terus ditekankan beliau," ujar Husein.

Lanjut Husein, pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus tersebut yakni dengan mencari informasi resmi, mendapatkan surat resmi dari DPD NasDem Lampung Timur, serta informasi resmi kepolisian. Lalu, partai akan mengambil tindakan, apalagi WY merupakan anggota DPRD setempat.

"Untuk PAW, sementara belum dulu. Kami fokus inventarisir kondisi di sana, baru ambil tindak lanjut," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait