#narkoba#ganja#sabu#jaksa

Sidang Tuntutan Kasus Jaksa Nyabu Kembali Ditunda

Sidang Tuntutan Kasus Jaksa Nyabu Kembali Ditunda
Ilustrasi. Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang tuntutan terhadap terdakwa jaksa dan dua ASN lingkup pengadilan yang terlibat kasus narkoba kembali ditunda untuk kedua kalinya di PN Kelas IA Tanjungkarang, Senin, 28 Juni 2021.

Ketiga terdakwa yakni Rengga Puspa Negara (38), warga kecamatan Sukabumi, merupakan Jaksa Fungsional Kejari Pesawaran; Handro Yuricki (36), warga Wayhalim Permai, seoarang Panitera Pengganti PN Gedongtataan; dan Ali Ferdian (28), warga Wayhalim Permai, merupakan PNS di PN Blambangan Umpu (Way Kanan).

Baca juga: Polisi Beberkan Kronologi Penangkapan Oknum Jaksa Terkait Narkoba

Tercatat sudah dua kali sidang dengan agenda pembacaan jaksa penuntut umum (JPU) ditunda, yakni pada 21 Juni, dan 28 Juni 2021.

"Sidang ditunda, ketua majelis hakim (Efiyanto) sakit, tapi detailnya bisa tanya ke panitera," ujar hakim anggota dalam perkara tersebut, Hendro Wicaksono.

Terpisah, panitera Renilda Bidari membenarkan penundaan tersebut. Menurutnya, penundaan tersebut karena JPU lagi-lagi belum siap.

"JPU nya belum siap," paparnya.

Rengga Puspa Negara didakwa melanggar Pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang  Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Sementara Handro Yuricki dan Ali Ferdian didakwa dengan tiga pasal yakni kesafu didakwa dengan Pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1), dan pasal 127 ayat (1)  Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Iskandarsyah, pada 7 Juni 2021 lalu , kejadian bermula pada Senin 8 Februari 2021 di kediaman Rengga, di Kelurahan Sukabumi,  Kecamatan Sukabumi. Rengga disambangi oleh terdakwa lainnya (berkas terpisah) yakni Ali, Handro dan Roni.

"Ali melihat asa satu bungkus plastik klip isi sabu, lalu meminta pirek atau alat hisap ke terdakwa Rengga," ujar JPU

Kemudian Rengga pun mengambil pirex yang ia simpan ditumpukan buku di ruang kerjanya. Ali pun merakit alat hisa dengan botol, hingga akhirnya mereka berempat menghisap sabu secara bergantian di ruang kerja Rumah Rengga.

Paska dari rumah Rengga, Ali dan Handro menuju parkiran Rumah Sakit Urip Sumohardjo. Lantas aparat pun menangkap keduanya, dan ditemukan satu paket kec sabu hasil patungan mereka membeli, di dalam dashboard mobil Ali. Paska keduanya ditangkap, aparat pun menangkap Rengga di kediamannya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait