#beritalampung#beritalampungterkini#kasuspenembakan#penembakanbrigadirj#brigadirj

Sidang Kode Etik Memutuskan Brigjen Hendra Kurniawan Dipecat dari Polri

Sidang Kode Etik Memutuskan Brigjen Hendra Kurniawan Dipecat dari Polri
Brigjen Hendra Kurniawan saat menjalani sidang kasus merintangi penyidikan kasus Brigadir J. Metro TV


Jakarta (Lampost.co) -- Hasil sidang  Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, memutuskan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) sebagai anggota Polri kepada mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan.

"Keputusan dari sidang komisi sidang kode etik di-PTDH, diberhentikan tidak dengan hormat," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 31 Oktober 2022.

Dedi mengatakan sidang Hendra digelar sejak pukul 08.00 sampai 17.15 WIB, Senin, 31 Oktober 2022. Sidang dipimpin Wairwasum Polri Irjen Tornagogo Sihombing.

Baca juga: Seekor Gajah Jinak Di Taman Nasional Way Kambas Ditemukan Tewas 

Namun, Dedi tak menyebut apakah Brigjen Hendra mengajukan banding atau tidak atas putusan pemecatan tersebut. Dedi enggan menjawab ketika ditanya awak media.

Sidang etik Hendra digelar secara tertutup. Wartawan tak bisa memantau apa saja pelanggaran etik yang dilakukan Brigjen Hendra. Namun, pelanggaran-pelanggaran Hendra telah dibeberkan dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hendra Kurniawan adalah salah satu terdakwa obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Masih ada dua terdakwa lagi yang belum sidang etik, yakni AKBP Arif Rahman Arifin, mantan wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri; dan AKP Irfan Widyanto, mantan kasub Unit I Sub Direktorat III Dittipidum Bareskrim Polri.

Sedangkan, empat terdakwa lainnya telah disidang etik beberapa waktu lalu. Bahkan telah diberikan sanksi PTDH sebagai anggota Polri. Keempatnya ialah Ferdy Sambo, mantan kadiv Propam Polri; Kombes Agus Nur Patria, mantan kaden A Ropaminal Divisi Propam Polri; Kompol Chuck Putranto, mantan Ps Kasubbagaudit Baggak Etika Powabprof Divisi Propam Polri; dan Kompol Baiquni Wibowo, mantan Ps Kasubbagriksa Baggak Etika Rowabprof Divisi Propam Polri.

Ketujuh terdakwa obstruction of justice itu didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Subsider Pasal 48 juncto Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Atau dakwaan alternatif kedua primer Pasal 233 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Subsider Pasal 221 Ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait