randis

Sidang Kasus Randis Lamtim, Tiga Saksi Dihadirkan

Sidang Kasus Randis Lamtim, Tiga Saksi Dihadirkan
Sidang kasus pengadaan kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati Lamtim tahun anggaran 2016 dalam agenda keterangan saksi. (dok)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tiga orang saksi dihadirkan dalam sidang perkara lelang kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur tahun anggaran 2016, Selasa, 19 Januari 2021. 

Para saksi tersebut yakni dua karyawan PT Topcars dari pemenang lelang dan satu pegawai Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. 

Sidang pengambilan keterangan saksi ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Efianto yang digelar secara langsung di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Turut dihadirkan terdakwa Direktur PT Topcars Aditya dan terdakwa Dadang. Para saksi dimintai penjelasannya secara langsung dan bergantian seputar proses lelang hingga pembayaran randis Bupati dan Wakil Bupati Lamtim 2016. 

Saksi pertama adalah Dedi Susanto selaku sales manager PT Topcars cabang Palembang sebagai pemenang tender pengadaan randis. Dirinya mengatakan jika perusahaannya mengikuti lelang randis secara online dengan meng-upload di LPSE. Setelah dinyatakan menang tim dari Pemkab Lamtim mendatangi showroom Topcars di Palembang. 

"Mengenai harga satuan kendaraan waktu itu saya tidak ikut terlibat karena ditangani langsung oleh Aditya sebagai Direktur Topcars," kata dia. 

Hanafi selaku General Manager Topcars Jakarta, mengatakan bahwa pihaknya membeli kendaraan Land Cruiser Prado dengan harga Rp1,05 miliar dan Harrier Rp850 juta. Harga tersebut belum termasuk dengan BBN dan biaya lainnya. Dua mobil build up pabrikan Jepang ini dibeli dan diimpor ke PT Topcars Jakarta. 

"Itu harga yang kami beli dari Jepang pak, belum termasuk biaya lainnya," kata dia.

Sementara saksi ketiga adalah Herwandi yang saat itu bertugas mengurus pajak dua kendaraan tersebut di Samsat Lamtim. Untuk kendaraan Land Cruiser Prado pajak yang dikenakan sekitar Rp50 juta, sedangkan Harrier dibebankan pajak Rp48 juta. "Tugas saya hanya mengurus STNK dan nota pajak kendaraan saja," kata dia di depan Majelis Hakim. 

Seperti diketahui, Kejaksaan Tinggi Lampung menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara pengadaan randis Bupati dan Wakil Bupati Lamtim tahun anggaran 2016. Yakni Suherni selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Aditya rekanan dan Dadang sebagai pokja. Dalam kasus ini kerugian negara mencapai Rp680 juta.

Proyek ini dimenangkan oleh PT Topcars Indonesia cabang Palembang dengan penawaran sebesar Rp2,6 miliar. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait