Pilkada2020Lampungtengah

Sidang Dugaan Politik Uang Pilkada Lamteng Diwarnai Cekcok

Sidang Dugaan Politik Uang Pilkada Lamteng Diwarnai Cekcok
Sidang dugaan pelanggaran administrasiTSM di Pilkada Lamteng dengan agenda menghadirkan saksi terlapor paslon nomor urut dua Musa-Dito. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang dugaan pelanggaran administrasi yang Terstruktur, Sistematis, dan Massif (TSM) di Pilkada Lampung Tengah (Lamteng) terus berjalanan. Kali ini, sidang digelar dengan agenda menghadirkan saksi terlapor pasangan calon (paslon) nomor urut dua Musa Ahmad-Ardito Wijaya.

Berdasarkan pantauan di ruang sidang yang berada di Bukit Randu, Tanjung Karang Timur pukul 14:00 WIB, persidangan sempat diwarnai bersitegang antara pelapor paslon 03 Nessy-Imam dan terlapor.

Cekcok bermula saat saksi terlapor Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Agus Panggung dihadirkan dan ditanya kuasa hukum perlapor Nessy-Imam. 

Salah satu kuasa hukum terlapor merasa keberatan atas pertanyaan yang diajukan pelapor yang dianggap menyudutkan karena menuduh PK Golkar membagikan uang.

"Dalam pengakuannya dirinya (klien) tidak pernah membagikan uang di kecamatan tersebut," katanya dalam persidangan, Rabu, 23 Desember 2020.

Kuasa hukum terlapor meminta majis hakim menegur kuasa hukum pelapor yang dinilai sering kali menyudutkan saksi terlapor.

Ketua majelis hakim Iskardo P Panggar meminta kuasa hukum pelapor tidak mengulangi pertanyaan yang terkesan menuduh atau pun menyudutkan.

"Untuk pelapor saya minta tidak mengulangi dan langsung ke pertanyaan saja kami terima apun jawaban dari saksi terlapor," pungkas Iskardo.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait