sidanghukum

Sidang Daring di Tengah Pandemi

( kata)
Sidang Daring di Tengah Pandemi
Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tiga hakim dengan jubah hitam sidikit berwarna merah duduk dengan dengan menjaga jarak. Ketuk palu hakim pertanda sidang telah dimulai. Tidak ada terdakwa, jaksa, apalagi pengacara. Hanya suara dari speaker yang sengaja dipasang di dalam ruangan persidangan.

Tiga hakim menghadap layar komputer. Pertanyaan, penyampaian ataupun jawaban dari masing-masing pihak, semua dilontarkan secara dalam jaringan (daring). Si terpidana yang disidang, mengikuti dari dalam lapas. Namun sang jaksa mengikuti sidang dari kantor Adhyaksa. Sementara hakim dari ruang pencari keadilan.

Sejak pandemi itu datang, semua berubah. Semula,  sel tahanan ramai dengan narapidana yang mencari keadilan. Tapi kini sepi, yang terlihat hanya jeruji besi dan keheningan. Tak ada lagi pengunjung apa lagi sanak famili dari napi semua nampak sepi bak ruangan mati.

Pun dengan ruang sidang hampir setiap saat tanpa aktivitas. Hanya ada dua atau paling banyak tiga ruangan. Bahkan terkadang hanya satu ruangan yang digunakan untuk persidangan virtual.

Bangku kayu panjang dikhususkan untuk pengunjung yang akan melihat proses persidangan hampir tak ada yang terisi beberapa bulan belakangan ini.

Cairan antiseptik pun dipasang setiap sudut ruangan bahkan dimeja hijau tempat hakim mengadili para terdakwa pun sudah disiapkan.

Meski sepi ditambah musim pandemi aktivitas tak pernah terhenti, sidang daring menjadi solusi ketuk palu hakim didepan layar komputer pertanda sidang sudah dimulai.

Proses sidang dari jarak jauh pun harus dilakukan mengingat narapidana harus diadili proses hukum harus berjalan sebagai mana mestinya.

Penerapan protokol kesehatan atau 3M di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang 
Terus dilakukan perbaikan sepanjang waktu semnjak wabah virus Covid-19 masuk ke Indonesia begitu kata Humas Pengadilan Terbesar di Provinsi Lampung, Hendri irawan.

Secara keseluruhan, pegawai dan hakim yang ada di Pengadilan terbesar itu telah dilakukan Rapid Test dan Swab Tes. Hal ini untuk mengantisipasi tidak adanya penyebaran virus korona di lingkungan pengadilan.

" Mulai dari depan gedung kita sudah memasang sepanduk atau bener supaya memakai masker (wilayah wajib masker) kemudian, Menjelang masuk pintu utama disiapkan tempat cuci tangan beserta sabun cair, Hand Sanitizer setiap sudut didalam gedung juga sudah ada sejak dahul, dan kita juga masih ada bilik Disinfektan," kata Hakim Hendri Irawan sekaligus Humas Pengadilan.

Di bagian meja PTSP (bagian informasi) diberi pembatas antara pengguna jasa pengadilan dan petugas supaya tidak kontak langsung. Di setiap ruang sidang juga disiapkan hand sanitizer untuk pengguna jasa atau pun majelis hakim.

" Setiap pintu masuk juga sudah kita siapkan hand sanitizer, tempat absensi juga sudah ada. Pembagian masker untuk masyarakat sekitar dan pengunjung juga pernah dilakukan, meski proses sidang dilakukan dengan daring." kata Hendri.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait