#peternakan#kambing#impor#beritapesawaran

Pesawaran Siapkan Ekspor Kambing ke Arab Saudi

Pesawaran Siapkan Ekspor Kambing ke Arab Saudi
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat melihat kambing para peserta. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti

PESAWARAN (Lampost.co) -- Adanya tawaran untuk mengekspor kambing ke luar negeri, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meminta Dinas Pertanian setempat membuat program peningkatan produksi dan kualitas kambing unggulan di Pesawaran.

"Saya pernah mendapatkan penawaran untuk ekspor kambing ke Arab Saudi, karena kebutuhan kambing disana (Arab Saudi) cukup tinggi. Tapi saya belum bisa kasih jawaban karena ketersediaan kambing di Pesawaran yang belum maksimal," jelas Dendi saat menghadiri dan membuka acara rembuk ternak Kabupaten Pesawaran, di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedongtataan. Kamis, 3 Oktober 2019.

Dirinya juga berkeinginan, agar kedepannya Kabupaten Pesawaran menjadi lumbung ternak kambing Peranakan Etawa (PE), khususnya untuk Provinsi Lampung. "Yang kita ketahui, untuk budidaya kambing jenis PE ini baru ada di Lampung Timur dan Pesawaran saat ini," paparnya.

Lanjutnya, hal tersebut sebagai bentuk nyata dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran. "Kita menginginkan, petani dan peternak yang unggul dan berkualitas, makanya ini merupakan inovasi agar para peternak Pesawaran mendapatkan dukungan. Makanya saya mau kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, kalau perlu kita gelar Bupati Cup, serta adanya pembinaan dan penyuluhan terhadap para peternak," ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran Nurainah menuturkan bahwa, pihaknya akan segera menetapkan kawasan pengembangan ternak kambing di Pesawaran. "Untuk menggali potensi kambing unggulan, makanya kita lakukan kegiatan ini yang diikuti oleh 230 peserta dari seluruh Kecamatan yang ada di Pesawaran," tuturnya.

"Populasi kambing di Kabupaten Pesawaran terdapat sejumlah 47.537 ekor dengan populasi tertinggi ada di Kecamatan Gedongtataan yaitu sebanyak 10.023 ekor atau sekitar 21 persen," tambah dia.

EDITOR

Putra Pancasila Sakti

loading...

Berita Terkait

Komentar