#kpk#unila

Setor Rp155 Juta Titip Tiga Mahasiswa Masuk Unila, Tiap Jurusan Ada Tarif

Setor Rp155 Juta Titip Tiga Mahasiswa Masuk Unila, Tiap Jurusan Ada Tarif
Sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa, 24 Januari 2023. Salda Andala/Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Saksi Wayan Rumite mengakui menerima uang Rp155 juta dari tiga orang tua calon mahasiswa titipan untuk masuk Universitas Lampung (Unila).

Hal tersebut terungkap saat pegawai honorer Unila tersebut menjadi saksi dalam persidangan suap PMB Unila jalur mandiri 2022 terhadap tiga terdakwa Karomani, Heryandi dan M. Basri, di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Selasa, 24 Januari 2023.

Wayan menjelaskan saat SBMPTN Unila 2022 terdapat calon mahasiswa yang tidak lulus. Untuk itu orang tua mahasiswa itu meminta bantuan.

"Saya terdesak akhirnya punya inisiatif spontan untuk menghubungi Pak Basri," kata Wayan.

Dia mengaku sebelumnya tidak pernah menitipkan seseorang untuk bisa masuk Unila. Komunikasi dengan Basri itu hanya sebatas alasan terdesak. Saat bertemu, M. Basri menegaskan tidak menjamin tiga calon mahasiswa titipan itu bakal lulus. Semuanya tergantung anak dan harus berusaha belajar lebih keras.

Sementara itu, M.Basri mengakui terdapat ‘tarif’ agar calon mahasiswa bisa masuk Unila. Mulai dari Fakultas Teknis Jurusan Arsitektur Rp25 juta, Fakultas Kedokteran jurusan Farmasi Rp105 juta, Fakultas MIPA jurusan Ilmu Komputer Rp25 juta

"Disediakan langsung sama org tua yang bersangkutan mereka menyanggupinya," katanya.

Uang tersebut diberikan kepada M. Basri setelah pengumuman mahasiswa Unila jalur Barat. "Saya bilang tidak bisa tapi mereka minta tolong terus," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait