#Teroris#Lampung

Setahun 228 Teroris Ditangkap, 15 dari Lampung

Setahun 228 Teroris Ditangkap, 15 dari Lampung
Suasana pemindahan teroris kelompok JI di Bandara Radin Inten II/Dok Polda Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mabes Polri menyebut sebanyak 228 teroris telah ditangkap sepanjang 2020. Jumlah tersebut termasuk 23 teroris yang dipindahkan Densus 88 Antiteror Mabes Polri dari Polda Lampung  pada 16 Desember 2020.

"Dua di antaranya pentolan kelompok Jamaah Islamiyah (JI), Zulkarnaen dan Taufiq Ulaga," jelas Kapolri Jenderal Idham Aziz dalam rilis akhir tahun di Mabes Polri, Selasa, 22 Desember 2020.

Berdasarkan catatan Lampost.co, dari 23 teroris yang dipindahkan, 15 di antaranya ditangkap di Lampung.

1.SH, 36 tahun, Kota Metro, ditangkap di Kota Metro

2. IY, 44 tahun, Pringsewu, ditangkap di Pringsewu

3. RK, 34 tahun, Pringsewu, ditangkap di Pringsewu 

4.  S, 45 tahun, Bandar Lampung, ditangkap di Panjang. 

5.  SS, 47 tahun, Bandar Lampung, ditangkap di ?anjang

6. SAB, 48 tahun, Pesawaran, ditangkap di Raman Utara, Lampung Tengah 

7.AHS, 46 tahun, Purbolinggo Lampung Timur, ditangkap di Raman Utara, Lampung Tengah 

8. IM, 30 tahun, Pringsewu, ditangkap di Raman Utara, Lampung Tengah

9. A, 45 tahun, Bekasi Selatan-Jawa Barat, ditangkap di Natar, Lampung selatan 

10. UL alias TB, 42 tahun, Poso, ditangkap di Seputih Banyak Lampung Tengah

11. B, 43 tahun, Karang Anyar Penegahan, Lampung Selatan, ditangkap di Natar.

12. W, 45 tahun, Terbanggi Besar Lampung Tengah, ditangkap di Terbanggi Besar Lampung Tengah

13. DN, 21 tahun , Penengahan Lampung Selatan., ditangkap di Penengahan, Lampung Selatan. 

14. Z alias AS, 57 tahun, Probolingg?  Lampung Timur, ditangkap di Probolinggo Larmpung Timur. 

15. K, 51 tahun, Metro Timur, ditangkap di Probolinggo, Lampung Timur, 

Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad meminta masyarakat, terutama perangkat desa/kelurahan agar lebih aktif terhadap lingkungan sekitar. Pendatang atau warga baru harus didata secara spesifik, apalagi orang dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

"RT, RW, dan warga harus respons dan lapor perangkat desa/lurah, Babimkamtibas, dan Babinsa jika menemukan hal demikian," ujar Pandra. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait