#kecelakaan#tol#JTTS

Sering Terjadi Kecelakaan, Keberadaan CCTV dan ODOL di Tol Dievaluasi

Sering Terjadi Kecelakaan, Keberadaan CCTV dan ODOL di Tol Dievaluasi
Petugas Jalan Tol memberikan himbauan dan arahan kepada pengemudi yang melintas. Dok HK


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung mengevaluasi keberadaan kamera pemantau atau Closed Circuit Television (CCTV) yang berada di beberapa titik. Kemudian pihaknya juga menyoroti adanya kendaraan Over Dimensi Over Load (ODOL) yang sering menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Kecelakaan terbaru, Kamis, 3 Juni 2021, terjadi di KM103+400B Natar Lampung Selatan yang menimpa Wakapolres Lampung Utara, Kompol Rosef Efendi (40) bersama Brigadir M Khahfie Indrianto (23) ajudan pribadinya yang mengendarai Mitsubishi Outlander, Warna Hitam dengan nomor polisi BE 1087 DE yang diduga menabrak bagian belakang Truck Books Engkel. Kemudian korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Natar Medika.

General Manager PT Hutama Karya Ruas Bakauheni - Terbanggi Besar, Hanung Hanindito mengatakan pada saat kejadian kebetulan CCTV yang berada di sekitar lokasi sedang error. Jadi tidak bisa terekam dengan jelas peristiwa nahas tersebut. Ia juga berusaha dengan keras dan sebaik mungkin untuk memberikan informasi termasuk juga kepada polisi.

"Error dari CCTV banyak hal penyebabnya misalnya gangguan alam, gangguan binatang, gangguan tegangan listrik, kabel putus akibat mobil yang nabrak dan sebagainya. Kami selalu berusaha untuk memperbaiki," katanya, Jumat, 4 Juni 2021.

Mengenai kendaraan ODOL pihaknya mengikuti peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan yakni UU 22 Th. 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, PP 15/2005 tentang jalan tol, PP 55/2012 tentang kendaraan dan PP 74/2014 tentang angkutan jalan. 

Kemudian sesuai PP 15/2005, pihaknya selaku Badan Usaha Jalan Tol berhak untuk menolak masuknya dan/atau mengeluarkan pengguna jalan tol yang tidak memenuhi ketentuan batasan sumbu terberat di gerbang terdekat dari jalan tol. Pihaknya mendukung dan ikut turut serta menjalankan program pemerintah yang sudah dicanangkan mengenai Indonesia bebas ODOL 2023.

"Laka akibat kendaraan ODOL juga banyak. Saya sendiri sering hampir mengalami. Tiba-tiba kendaraan ODOL berpindah jalur ketika mobil saya sudah dekat," katanya.

Ia juga mengingatkan bagi para pengemudi bila sudah dalam keadaan lelah dan mengantuk ketika mengendarai kendaraannya maka dipersilahkan untuk beristirahat di rest area yang sudah disiapkan.

"Kami pun berusaha untuk membuka seluruh tempat istirahat yang ada guna memberikan tempat bagi pengendara yang lelah. Tapi banyak yang tidak menggunakannya. 10 dari 12 rest area sudah buka juga untuk tempat istirahat pengemudi," katanya.

 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait