#tulangbawangbarat#apbd

Serapan APBD Tubaba Belum Bisa Diprediksi

Serapan APBD Tubaba Belum Bisa Diprediksi
Kepala bidang Anggaran BPKAD Tubaba, Indra, di ruang kerja, Rabu (24/11/2021). Lampost.co/Ahmad Sobirin


Panaragan (lampost.co) --- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), melalui bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), hingga Rabu, 24 November 2021, belum bisa memastikan berapa persen serapan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

Kepala Bidang Anggaran BPKAD setempat, Indra, menjanjikan angka pasti berapa serapan APBD yang telah digunakan oleh satuan kerja (Satker) masing masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kabupaten Tubaba, menunggu hasil rekapitulasi dari bidang anggaran yang hari ini berlangsung. 
  
"Nanti kami koordinasi dahulu dengan bidang perbendaharaan. Karena mereka yang mengeluarkan uangnya. Nanti kami rekap dahulu pagu per satkernya berapa, yang sudah realisasinya berapa. Kemungkinan besok kami ada rapat itu juga sebagai bahan kami untuk laporan ke pimpinan," kata Indra di ruang kerja, Rabu, 24 November 2021.  

Dia menjelaskan, rekapitulasi yang berlangsung hari ini adalah masukan satu per satu laporan penggunaan anggaran per satker dan itu masih dalam hitungan global. Belum sampai pada perincian per kegiatan.

"Karena jika sistem global nanti dari satker ada angkanya. Data itu juga kami butuhkan sebagai bahan evaluasi kami ketika rapat. Contohnya di BPKAD realisasinya masih rendah nih, masih dibawah 50 persen. Nah, mohon segera dipercepat. Poin poin itu juga yang akan kami kasih ke pimpinan sebagai bahan koreksi atau bahan evaluasi agar secepatnya penyerapan anggaran cepat terealisasi dengan maksimal sesuai arahan menteri keuangan tersebut," kata dia.

Indra menjelaskan fungsi bidang anggaran yang dia pimpin. Pihaknya hanya menyusun anggaran ketika penyusunan anggaran APBD baik itu perubahan maupun murni. Namun, setelah diparipurnakan dan disahkan oleh DPRD, kewenangan berpindah ke bagian perbendaharaan. Mulai dari penatausahaan hingga dana transfer masuk dari pusat dan daerah. 

"Mudah mudahan sudah menyentuh angka 60 persen ke atas. Angka pastinya kami menunggu laporan perbendaharaan dulu. Saat ini masih dirinci satu per satu dulu anggarannya berapa. Dicocokin dahulu anggarannya berapa siapa tahu ada miss, ada yang selip, dan harus sesuai Perda dan Perbup, kalau sudah valid baru kami umumkan," ungkapnya.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait