#beritalampung#beritalampungterkini#serapananggaran#inflasidaerah

Serapan Anggaran Pengaruhi pada Inflasi Daerah

Serapan Anggaran Pengaruhi pada Inflasi Daerah
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penyerapan anggaran oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus tepat dan cepat. Pengoptimalan penyerapan akan sangat berpengaruh terhadap inflasi daerah.

"Pemerintah daerah harus bisa optimalisasi realisasi anggaran apalagi jika masih ada anggaran yang mengendap. Pemda tidak boleh anggap enteng serapan padahal hal ini berpengaruh pada inflasi daerah," kata pengamat ekonomi Universitas Lampung Asrian Hendicaya, Jumat, 22 Desember 2022.

Selain percepatan harus ada pengawasan untuk mengantisipasi kurang tepatnya pendataan yang menjadikan penghambat kecepatan realisasi anggaran. "Aturan teknis harus dibuat secara lebih jelas untuk menghindari revisi yang terlalu sering di level pejabat pelaksana teknis," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Lamsel Belum Tetapkan UMK 2023 

Sebelumnya, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia mengimbau pemerintah daerah (pemda) di Lampung agar bisa memaksimalkan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman, Salamat Simanullang, menegaskan jika hal tersebut dilakukan untuk pemulihan ekonomi pasca-Covid-19. "Belanja daerah merupakan salah satu instrumen paling penting dalam menggerakkan roda perekonomian. Selain itu, serapan belanja daerah juga harus dimaksimalkan sehingga semua program kerja dapat dijalankan," kata dia, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, program dan kegiatan pemerintah daerah juga harus dirancang dengan baik. Sebab, jika tidak dirancang dengan optimal, dapat menyebabkan tingkat keberhasilan dan pencapaian yang minim.

"Terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 dan ketidakpastian ekonomi, pemerintah daerah harus fokus dalam membelanjakan APBD dengan melihat belanja apa saja yang menjadi skala prioritas," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait