#beritalampung#beritalampungterkini#serapananggaran#anggaran

Serapan Anggaran di 3 OPD Lambar hingga Agustus Masih Rendah

Serapan Anggaran di 3 OPD Lambar hingga Agustus Masih Rendah
Ilustrasi. Dok


Liwa (Lampost.co) -- Serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tahun anggaran 2022 hingga akhir Agustus lalu mencapai 59,82% atau Rp673,081 miliar dari target Rp1,125 triliun. Tiga OPD menduduki pencapian tertinggi dan tiga yang pencapiannya masih rendah. 

Kabag Administrasi Pembangunan sekretariat Pemkab Lambar, Suhendrawati, menjelaskan berdasarkan target anggaran kas penyerapan anggaran hingga Agustus mencapai Rp892,215 miliar dari total anggaran Rp1,125 triliun. Jika melihat target kas keuangan sampai Agustus, pencapaian penyerapan anggaran di akhir Agustus lalu mencapai 75,44% atau Rp673,081 miliar dari target sampai Agustus Rp892,215 miliar. Namun, untuk keseluruhan pencapaian yaitu 59,82% dari total anggaran Rp1,125 triliun.

Baca juga: Pemprov Perketat Data agar Penyaluran Bansos Tepat Sasaran dan Merata 

“Idealnya sampai akhir Agustus penyerapan anggaran seharusnya sudah 75% dari total anggaran Rp1,125 triliun. Namun, masih ada sejumlah OPD yang serapanya belum sesuai target,” ujarnya, Rabu, 21 September 2022.

Dia menambahkan berdasarkan hasil rekapitulasi laporan penyerapan anggaran, tiga OPD yang penyerapan anggaran kasnya tertinggi berdasarkan kas keuangan sampai Agustus lalu, yaitu RS Alimuddin Umar telah terserap 97,69% dari Rp33,7 miliar. Kemudian tertinggi kedua yaitu Dinas Perikanan telah terserap 93,35% dari anggaran kas dan Dinas Perpustakaan telah terserap 90,46%.

Sebaliknya, tiga OPD terendah penyerapan anggarannya, yaitu Dinas Kesehatan baru terserap 43,64% dari anggaran kas. Kemudian Dinas PTSP baru mencapai 48,45% dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB baru terealisasi 50,22%.

“Untuk OPD yang penyerapanya belum sesuai target, kami akan segera menginformasikan tentang jumlah pencapaian kepada para OPD tersebut. Kemudian meminta agar OPD terkait melakukan konsolidasi dengan jajarannya dan mengupayakan pencapaian target dengan anggaran kasnya. Selain itu, OPD tersebut diminta memedomani kembali tentang anggaran kas yang sudah disusun sesuai perencanaan sebelumnya. Lalu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap proses pelaksanaan kegiatan,” katanya.

Dia berharap dengan upaya tersebut dapat membatu OPD sehingga apabila ada kendala bisa dicarikan solusi secepatnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait