#palestina#beritainternasional

Serangan Udara Israel Tewaskan 24 Warga Palestina, 6 Anak-Anak

Serangan Udara Israel Tewaskan 24 Warga Palestina, 6 Anak-Anak
Aksi saling serang antara militer Israel dan kelompok pejuang Palestina ini dimulai sejak Jumat, 5 Agustus 2022. (AFP PHOTO/Jack Guez/Mahmud Hams)


Jalur Gaza (Lampost.co) – Serangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan 24 warga Palestina dan lebih dari 200 lainnya terluka pada Sabtu, 6 Agustus. Dari total tersebut, enam di antaranya anak-anak.

Hamas, kelompok penguasa Jalur Gaza, mengatakan serangan Israel pada Sabtu menewaskan empat anak-anak di dekat kamp pengungsian Jabalya. Satu hari sebelumnya, serangan Israel juga menewaskan anak-anak.

Militer Israel membantah bertanggung jawab dan mengeklaim ledakan di dekat Jabalya berasal dari peluncuran roket kelompok Islamic Jihad.

Baca juga: Pembunuhan Jurnalis Palestina Berpotensi Jadi Kejahatan Perang

Aksi saling serang antara militer Israel dan kelompok pejuang Palestina ini dimulai sejak Jumat kemarin. Ketegangan dimulai usai Israel membunuh seorang komandan senior Islamic Jihad. 

Islamic Jihad meresponsnya dengan meluncurkan roket ke arah Israel, yang langsung dibalas dengan serangkaian serangan udara. Gempuran Israel berlanjut sepanjang Jumat malam dan menewaskan sejumlah warga sipil, termasuk bocah perempuan berusia lima tahun.

"Sebanyak 24 warga Palestina, termasuk enam anak-anak, tewas dan 203 lainnya terluka dalam serangan yang berlangsung selama dua hari," ujar Kementerian Kesehatan Gaza, dikutip dari Independent, Minggu, 7 Agustus 2022. 

Para pejuang Palestina dikabarkan membalas serangan Israel dengan meluncurkan lebih dari 400 roket. Israel mengeklaim sebagian besar roket tersebut berhasil dicegat.

Walau beberapa roket pernah ditembakkan hingga ke Tel Aviv, layanan ambulans Israel mengonfirmasi tidak ada laporan korban luka serius. 

Israel berkukuh pihaknya hanya menyerang gudang senjata yang tersembunyi di area-area permukiman warga. Tel Aviv mengaku menahan tambahan 19 anggota Islamic Jihad pada Sabtu kemarin.

Mesir mengaku terlibat dalam beberapa dialog intensif untuk menenangkan situasi. Eskalasi lebih lanjut sangat tergantung dari Hamas, apakah ia akan ikut bertempur dengan Islamic Jihad atau tidak.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait